23.4 C
Indonesia
Kamis, September 23, 2021
spot_img

Lulusan SMA Mendominasi, Warga di Pangandaran Lebih Tertarik Kerja di Luar Daerah

PANGANDARAN, ruber — Mayoritas warga di Kabupaten Pangandaran lebih tertarik kerja di luar daerah.

BACA JUGA: Banyak yang Ditilang, Tingkat Kesadaran Pengendara di Pangandaran Dianggap Minim

Selama Tahun 2018, Pemkab Pangandaran Salurkan 752 Alat Pertanian kepada Kelompok Tani

Dari data yang ada, tahun 2017 UMK Pangandaran tercatat Rp1.434.901, tahun 2018 senilai Rp1.558.793, dan 2019 sebesar Rp1.714.673.

Namun kenaikkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pangandaran ini tak mengurangi keinginan warga Pangandaran untuk bekerja di daerah asal saja.

Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Dinas Tenaga Kerja Industri dan Tranmigrasi Ade Supritno mengatakan, dari tahun 2017 ke 2018 UMK di Pangandaran mengalami kenaikkan 8.71%. Sedangkan dari tahun 2018 ke 2019 mengalami kenaikan 10%.

“Kenaikan UMK dari tahun ke tahun dinilai bagus, namun pencari kerja tetap tertarik bekerja di daerah,” ucapnya kepada ruber, Kamis (10/1/2019) pagi.

Para pencari kerja dari Kabupaten Pangandaran, kata dia, sebagian besar memilih mencari nafkah di Jakarta, Bandung, dan Karawang.

“Pencari kerja yang membuat kartu pencari kerja tahun 2018 sebanyak 3.281 orang, sedangkan tahun 2019 baru tercatat 56 orang,” tambahnya.

Dari 3.281 jumlah pencari kerja di tahun 2018 itu, kata dia, terdiri dari perempuan 1.652 dan laki-laki 1.619.

Sedangkan, tambah dia, di tahun 2019, dari 56 jumlah pencari kerja tercatat perempuan 24 orang dan laki-laki 32 orang.

“Rata-rata minat pencari kerja dari Kabupaten Pangandaran bekerja di luar daerah menjadi buruh pabrik dan pelayan toko,” sebutnya.

Dia menyebutkan, untuk pendidikan terakhir pencari kerja di tahun 2018 sebanyak 65 orang lulusan SD; lulusan SMP sebanyak 267 orang; lulusan SMA 2.398 orang; lulusan D3 sebanyak 92 orang; lulusan S1 sebanyak 454 orang; lulusan S2 sebanyak 4 orang; dan lulusan S3 sebanyak 1 orang.

“Sedangkan pencari kerja di tahun 2019 yang baru tercatat terdiri dari lulusan SD 1 orang; lulusan SMP 4 orang; lulusan SLTA 33 orang; lulusan D3 6 orang; dan lulusan S1 12 orang,” jelasnya. red

loading…


BACA JUGA:  Minimalisasi Risiko Temuan di SKPD, Ini Upaya yang Dilakukan Inspektorat Pangandaran

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles