29.4 C
Indonesia
Selasa, September 28, 2021
spot_img

Pembudidaya Jamur Tiram di Pangandaran, Bermodal Rp25.000 Raup Untung Jutaan Rupiah

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Taofik Hidayat, wirausahawan muda pembudidaya jamur tiram di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat berhasil menekuni usahanya di masa pandemi Covid-19.

Pria 28 tahun warga Dusun Dukuh I, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi ini tergolong sukses dalam membudidayakan jamur pangan dari kelompok Basidiomycota.

Hanya dengan modal Rp25.000, dalam tiga bulan pertama keuntungan yang didapat mencapai Rp12 juta. Jamur dengan nama ilmiah Pleurotus Ostreatus ini termasuk kelas Homobasidiomycetes.

Dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem. Dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung.

Taofik mengatakan, dirinya mulai membudidayakan jamur tiram sejak bulan Agustus 2020. Hal yang melatarbelakangi dirinya terjun ke usaha itu karena kondisi ekonomi yang sulit akibat pandemi Covid-19.

BACA JUGA:  Pangandaran Rawan Bencana, Duduki Urutan ke 16 Daerah se-Indonesia
BACA JUGA:  Lewat Video Conference, Menteri Susi Resmikan Pabrik Pakan Ikan di Pangandaran

“Tidak punya modal besar. Untuk menambah modal, saya ikut kerja serabutan. Upahnya saya kumpulkan untuk membeli peralatan yang dibutuhkan, belinya tidak sekaligus,” kata Taofik, Kamis (12/8/2021).

Bagi dirinya, untuk memulai sebuah usaha tak harus menyediakan modal besar. Dengan modal kecil pun seseorang bisa memulai dan menjalankan usahanya dengan sukses. Asalkan memiliki tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah.

“Saya ini pengangguran, tidak memiliki pekerjaan. Tapi saya memiliki niat yang kuat bagaimana caranya budidaya jamur tiram ini menjadi sebuah pekerjaan, yang menghasilkan untuk menghidupi keluarga,” ujarnya.

Taofik menuturkan, sejak pertama produksi tak langsung membuahkan hasil yang manis. Dirinya sempat harus menelan pil pahit dalam proses pembudidayaan yang ditekuninya. Kegagalan pun dialami beberapa kali.

BACA JUGA:  Hiu Tutul Terdampar di Pangandaran, Dagingnya Dicicipi Warga
BACA JUGA:  RSUD Pandega Jadi Wahana Program Internship Dokter Indonesia

“Dari kegagalan itu, saya bersama istri mulai menemukan cara yang baik. Kalau sudah tahu, prosesnya tidak rumit. Untuk Penjualannya juga tergolong laris, karena bisa dijual langsung ke konsumen atau pengepul,” tuturnya.

Harga jamur tiram per kilogram di pasaran saat ini kisaran Rp10.000 sampai Rp12.000. Untuk jamur cokelat Rp15.000 sampai Rp18.000, sedangkan jamur kancing mulai dari Rp10.000 sampai Rp40.000.

“Perbedaan harga jamur itu dilihat dari bentuk, volume jamur dan media tanam. Kan tumbuh jamurnya juga berbeda. Sekarang saya hampir setiap hari keliling mengantar pesanan jamur tiram. Alhamdulillah banyak permintaan,” terangnya.

Taofik menyebutkan, kesulitan ekonomi dampak pandemi Covid-19 jangan dijadikan alasan untuk tidak produktif. Jangan jadikan kondisi buruk ini semakin diperburuk.

BACA JUGA:  Dishub Pasang Lampu Penerangan di Lokasi Rawan Jambret

“Mari gali potensi yang dimiliki diri kita masing-masing. Supaya kondisi tidak biasa ini tidak menjadi keterpurukan ekonomi di tengah masyarakat” sebutnya. (R001/smf)

BACA JUGA:  Hindari Perilaku Menyimpang Terhadap Anak, Ini Usul Kemenag Pangandaran

 

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles