Kembangkan Potensi, Pemprov Jabar Turunkan 15 Patriot Desa ke Pangandaran

  • Bagikan
Img
SALAH satu barista kedai kopi di Pangandaran. smf/ruber.id

PANGANDARAN, ruber.id — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menurunkan 15 orang Patriot Desa ke Kabupaten Pangandaran.

Salah seorang Patriot Desa di Kabupaten Pangandaran Mella Gustina mengatakan, langkah Pemprov Jabar menurunkan Patriot Desa itu untuk mengembangkan potensi yang ada di setiap daerah.

Saat ini, kata Mella, di Kabupaten Pangandaran sendiri potensi di tiap desa belum bisa dikembangkan secara maksimal.

“Selama kami survei dilapangan, potensi yang sudah ada itu belum maksimal dikemas menjadi sebuah prodak,” katanya kepada ruber.id, Kamis (13/2/2020).

Tak hanya itu, prodak masyarakat juga terkendala dalam memasarkan prodak.

Mella menuturkan, tugas pokok dan fungsi Patriot Desa itu di antaranya melakukan pemetaan potensi dan keunggulan desa yang nantinya jadi unit usaha di Bumdes.

Kemudian, kata Mella, prinsip yang ditanamkan ke Patriot Desa di lapangan yakni harus dekat dengan masyarakat.

Sehingga, pihaknya bisa menjalin komunikasi yang baik dan memotivasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada.

Mella menyebutkan, sebanyak 15 orang Patriot Desa di Kabupaten Pangandaran melakukan pendataan di desa selama 2 bulan.

Jumlah tersebut terdiri dari laki-laki sebanyak 13 orang dan perempuan 2 orang.

“Kami ditugaskan di 5 kecamatan dan disebar di 7 desa, untuk Kecamatan Cigugur itu di Desa Cigugur dan Desa Kertajaya,” sebutnya.

Di Kecamatan Langkaplancar, di Desa Karangkamiri dan Desa Sukamulya. Kemudian, di Kecamatan Parigi di Desa Karangjaladri.

Lalu, di Kecamatan Padaherang itu di Desa Bojongsari, sedangkan di Kecamatan Sidamulih hanya di Desa Kalijati.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Pangandaran Wawan Kustaman menyampaikan, potensi yang ada di kabupaten saat ini sudah mulai tergali.

Terlebih, kata Wawan, Patriot Desa tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat.

“Salah satu prodak dari potensi yang ada sekarang dan sudah dipasarkan, yakni kopi hasil pertanian masyarakat,” ujarnya.

Wawan menerangkan, beberapa kedai kopi yang ada di Pangandaran ini memproduksi prodak kopi lokal melalui BUMDes.

Setelah diolah dengan maksimal dan memiliki pasar yang jelas, kata Wawan, kopi Pangandaran kini bisa bersaing dengan kopi dibeberapa daerah, bahkan tembus ekspor.

“Dengan adanya Patriot Desa ini diharapkan dapat menciptakan dan memasarkan prodak lokal di setiap daerah,” terangnya. (R001/smf)

BACA JUGA: Cafe Kopi Menjamur, Robusta Pangandaran Mulai Dinikmati Seluruh Kalangan

  • Bagikan