Sunday, 29 Mar 2020

Cafe Kopi Menjamur, Robusta Pangandaran Mulai Dinikmati Seluruh Kalangan

Baca Juga

Kabar Ustaz Arifin Ilham Meninggal Hoaks, sang Anak Minta Doa

ruber -- Kabar Ustaz Arifin Ilham meninggal dipastikan hoaks. Sang anak, Muhammad Alvin Faiz, meminta doa untuk kesembuhan ayahnya.  "Berita HOAX bertebaran di sosial media, teman2 jangan percaya...

Seorang Pekerja Ditemukan Tewas Mengambang di Kolam Sirkulasi Pabrik Sesco

BANDUNG, ruber -- Tena Febrian bin Hendar, 20, seorang pekerja dikabarkan tenggelam di kolam sirkulasi air di Pabrik PT Sesco di Kampung Lalareun Desa...

Innalillahi, 2 Pasien Dalam Pengawasan Corona Meninggal di RSUD Garut

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona virus atau COVID-19 meninggal dunia di RSUD dr. Slamet Garut, Kamis (26/3/2020).

Psikolog UI: Pemberantasan Narkoba di Indonesia Belum Efektif, Harus Diterapkan Hukuman Mati

Psikolog UI: Pemberantasan Narkoba di Indonesia Belum Efektif, Harus Diterapkan Hukuman Mati KOTA DEPOK, ruber.id -- Psikolog Universitas Indonesia (UI) Aully Grashinta menilai, pemberantasan narkoba...

Cafe Kopi Menjamur, Robusta Pangandaran Mulai Dinikmati Seluruh Kalangan

PANGANDARAN, ruber.id — Kopi robusta hasil petani di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini dapat dinikmati seluruh kalangan. Baik muda maupun orangtua.

Pemilik kedai kopi Innovative di Pangandaran Dede Sukma mengatakan, usaha di dunia kopi dirasa menjanjikan, karena penggemar kopi sekarang makin banyak.

Ia menggagas kedai kopi satu tahun lalu, dan sekarang perkembangannya sangat baik.

Dede menyebutkan, dengan banyaknya kedai kopi di Pangandaran, baginya bukan sebuah persaingan usaha, melainkan tanda berkembangnya pelaku usaha kopi.

“Kebanggaan bagi kami pelaku usaha kopi karena sekarang kopi robusta hasil petani Pangandaran sudah digemari konsumen,” ucap Dede.

Dede menjelaskan, untuk mempertahankan eksistensi dan menjaga rasa kopi Pangandaran, ia sering menggelar diakusi dengan mendatangkan narasumber yang mahir di bidang kopi.

Hasil diskusi rutin yang dilaksanakan ini biasanya membahas seputar proses, dari mulai pemetikan hingga memilih biji kopi.

Selain proses pemetikan, proses tahapan pengolahan biji kopi jadi bahan poko diskusi.

“Proses pengolahan kopi ada 4 metode. Yaitu natural, semi wash, full wash, honey, dan wine,” katanya.

Untuk kopi robusta Pangandaran, lebih cocok disajikan dengan pengolahan natural dengan cara memilih biji kopi melalui metode perendaman.

“Kopi robusta yang baik untuk disajikan merupakan kopi yang tenggelam saat direndam dalam air,” ucap Dede. (R001/Syam)

Baca berita lainnya: Kopi Robusta asal Pangandaran Dilirik Negeri Sakura

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Corona Menyerang Dunia, Ini Daftar Negara Selamat dari Ancaman COVID-19

INTERNASIONAL, ruber.id - Virus corona atau COVID-19 dikonfirmasi merupakan jenis virus baru yang mudah menular dan cepat menyebar. Saat ini,...

Patroli Skala Besar COVID-19, Sisir Pusat Keramaian di Jatinangor dan Cimanggung Sumedang

JATINANGOR, ruber.id - Patroli skala besar cegah penyebaran COVID-19 sisir sejumlah pusat keramaian di Jatinangor dan Cimanggung, Sumedang, Sabtu (28/3/2020) malam.

Beredar Pesan di WhatsApp Warga Tanjungsari Sumedang Positif Corona, Padahal…

TANJUNGSARI, ruber.id - Beredar pesan WhatsApp warga Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat positif corona, Sabtu (28/3/2020) malam. Dalam broadcast...

Garut Masih Negatif Corona, ODP dan PDP Akan Dites Massal

GARUT, ruber.id - Alhamdulillah, hingga Sabtu (28/3/2020) sore, Kabupaten Garut, Jawa Barat masih negarif COVID-19. Namun, kasus Orang Dalam...

Warga Positif Corona Terus Bertambah, Tasikmalaya Local Lockdown

TASIKMALAYA, ruber.id - Cegah penyebaran COVID-19, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman memberlakukan kebijakan local lockdown. Dilansir ruber.id dari Kompas.com, kebijakan...