Islam Lahirkan Generasi Bercita-cita Luhur

Islam Lahirkan Generasi Bercita-cita Luhur
Foto ilustrasi from istockphoto

OPINION, ruber.id – Islam Lahirkan Generasi Bercita-cita Luhur. “Tegaknya agama ada di tanganmu. Masa depan bangsa ada di tanganmu. Tonggak-tonggak tua bergugurlah selalu.”

Penggalan kalimat dari lagu sang Raja Dangdut, H Rhoma Irama di atas menggambarkan tanggungjawab generasi muda.

Namun kini, dihadapkan dengan kenyataan bahwa kondisi kaum muda kian memprihatinkan.

Mereka hanya sibuk dengan urusan individu, dari mulai popularitas jadi prioritas, hingga flexing (pura-pura kaya) yang semakin marak.

Seseorang, rela melakukan apa pun demi konten viral. Bahkan, jika nyawa taruhannya.

Seperti yang terjadi pada seorang wanita berinisial W, 21, di Bogor. Ia terbunuh pada seutas tali, ketika bercanda bersama teman-temannya di video call grup untuk membuat konten.

Hal ini bukan yang pertama, namun terjadi kesekian kalinya.

Popularitas, membuat seseorang merasa senang dan puas.

Terlebih generasi muda, mereka tengah dalam masa ingin diakui.

Maka terkadang, akal sehat pun dikesampingkan demi mengejar hal tersebut.

Baca juga:  Pembangunan Infrastruktur untuk Siapa?

Buah Penerapan Kapitalisme

Perilaku seperti ini, menggambarkan rendahnya taraf berpikir generasi saat ini.

Hal ini, terjadi karena salah memahami konsep kehidupan.

Pencarian jati diri yang tak mendapat penanganan tepat, akan membuat mereka mudah untuk dimasuki berbagai pemikiran Barat yang merusak.

Dan sistem yang diterapkan saat ini, meniscayakan hal tersebut. Sebab, agama dikerdilkan dalam urusan ibadah saja.

Maka dengan keimanan yang tipis, kontrol diri menjadi lemah. Belum lagi, godaan dari kemaksiatan yang mudah diakses.

Padahal generasi muda sangat perlu dijaga ‘kebersihan’ pemikirannya. Karena pemikiran, sangat berpengaruh pada tindakan.

Seperti, ide rusak hedonisme yang akan melahirkan perilaku merusak. Misalnya, narkoba hingga zina.

Saat muda-mudi sibuk memikirkan kesenangan pribadi, atau masalah individu yang tak kunjung selesai. Bagaimana ia akan berpikir untuk kemajuan sebuah bangsa? Sedangkan mereka adalah pemimpin di masa depan.

Berbagai kebijakan telah dibuat untuk mencegah berbagai masalah yang ditimbulkan.

Baca juga:  Menjauhi Teman yang Buruk

Namun nyatanya, masalah tersebut tak kunjung selesai dengan terus bertambahnya kasus baru. Karena kebijakannya, tak menyentuh akar persoalan.

Namun tak ada masalah tanpa solusi, kita bisa menemukan solusi atas seluruh problematika kehidupan dalam Islam.

Karena hanya Islam lah, yang akan menghadirkan solusi komprehensif atas permasalahan.

Naiknya Taraf Berpikir

Naiknya taraf berpikir seseorang, ditandai dengan ia yang mulai memikirkan orang lain, dan hal-hal besar.

Karena urusan pribadinya telah selesai, ia telah dapat mengatasi hal tersebut dengan mengkaji ilmu.

Dengan begitu, ia akan lebih mempedulikan nasib sesamanya dan mulai memikirkan problematika yang tengah dihadapi masyarakat.

Tentu, seseorang yang peduli lingkungan sekitarnya akan bisa membawa perubahan pada kondisi lebih baik.

Namun untuk menaikkan taraf berpikir, haruslah dengan cara membentuk kepribadian individu menjadi kepribadian Islam (syakhsyiyyah Islamiyyah).

Dan hal ini, hanya ada pada sistem pendidikan Islam.

Baca juga:  Adakah Keterkaitan antara Usaha dan Rezeki?

Islam Menjaga Akal Individu

Dalam proses pembentukan kepribadian Islam ini, seseorang akan dikuatkan akidahnya terlebih dahulu.

Lalu, ia akan menerima ilmu-ilmu Islam lainnya, secara bersamaan ketakwaan dan ketaatan pada Allah pun akan senantiasa dipupuk.

Ketika pemikiran generasi sudah diisi dengan pemikiran berkualitas, maka mereka pun akan dijaga dari segala sesuatu yang dapat merusak akal.

Misalnya, hal-hal bersifat adiktif seperti miras, narkoba, konten pornografi, dan hal negatif lainnya.

Sistem Islam, tidak mengizinkan minuman beralkohol berada di tempat penjualan, berapa pun kadarnya.

Media pun, akan dijaga dari konten-konten pornografi atau hal bersifat negatif yang mendorong pada perbuatan dosa.

Dengan adanya pengondisian individu dan lingkungan sekitar agar sesuai dengan Islam. Maka, akan tercipta generasi yang memiliki taraf berpikir tinggi dan cita-cita luhur. Wallahu a’lam bishawab.

Oleh: Putri Efhira Farhatunnisa (Pegiat Literasi di Majalengka)