19.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Bantuan Sembako Kadaluarsa, Bupati Pangandaran Minta Penyedia Barang Tarik Ulang

PANGANDARAN, ruber.id – Masyarakat yang sudah menukarkan voucher bantuan dari Pemkab Pangandaran, Jawa Barat diminta teliti melihat tanggal kadaluarsa dalam kemasan sembako.

Diketahui, voucher tersebut merupakan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS)
penanggualangan COVID-19 dari Pemkab Pangandaran.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, pihaknya menerima informasi dengan adanya kemasan sembako yang sudah kadaluarsa diterima warga.

“Kami langsung kontrol ke lapangan,” katanya saat meninjau warung tempat penukaran voucher bantuan JPS di Desa Legokjawa, Cimerak, Kamis (23/04/2020).

Alhasil, kemasan sembako yang sudah kadaluarsa diterima warga memang benar adanya, dalam kemasan itu tertulis Agustus 2019.

BACA JUGA:  Dinas PU Pangandaran Bangun Jalan Hotmix Sepanjang 12.6 Km

Untuk menjamin mutu dan kualitas barang, pihaknya menginstruksikan kepada penyedia barang untuk menarik kembali peredaran sembako tersebut.

BACA JUGA:  Pangandaran Jadi Juara Peraih Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik se Jabar

“Kami tidak mau program bantuan ini menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat yang mengkonsumsinya,” tuturnya.

Melalui bantuan JPS penanggulangan COVID-19 ini, keberadaan warung penyedia barang diharapkan mengalami perbaikan ekonomi.

“Kami memberi kebebasan ke pemilik warung untuk mengelola barang dagangannya agar terjadi transaksi yang sehat sesuai hukum ekonomi,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida menyebutkan, ada dua praktik transaksi dalam penyaluran bantuan itu.

Di antaranya penyaluran bantuan beras dan sembako tersebut ada yang disediakan oleh warung, kemudian ada juga warung yang barangnya dipasok.

BACA JUGA:  Wisata Sungai Ciputrapinggan di Pangandaran Terwujud Tahun 2022

“Tidak ada intervensi Pemkab terkait teknis transaksi di lapangan, asalkan barang itu terjamin kualitas dan mutunya,” sebutnya.

BACA JUGA:  Berpotensi Jadi Daerah Peredaran Narkoba, Warga Pangandaran Diminta Kompak

Tedi menambahkan, jika warung itu langsung menyediakan barang sendiri, maka memiliki keuntungan sekitar Rp15.000.

Beda lagi dengan warung yang dipasok barangnya, keuntungannya bisa bervariasi.

“Tergantung komitmen pemilik warung dengan pemasok barang,” tambahnya. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: Berkoar di Medsos Belum Dapat Voucher dari Pemkab Pangandaran, Firdaus: Itu Sikap Mempermalukan Diri Sendiri

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles