Saturday, 11 Jul 2020

Kades Diminta Segera Lapor ke TKSK Jika Ada Warga Belum Terima Voucher di Pangandaran

Baca Juga

Penipuan Berdalih Sinetron “Sajadah Cinta”, Kerugian Hingga Ratusan Juta

KEDIRI, ruber – Dugaan penipuan berdalih casting sinetron "Sajadah Cinta" terjadi di Kota Kediri, Jawa Timur. Para korban bukan hanya mengalami kerugian finansial yang mencapai...

Mendadak Hits Jadi Spot Selfie, Ini Keistimewaan Kebun Jati Ciawitali Ciamis

Mendadak Hits Jadi Spot Selfie, Ini Keistimewaan Kebun Jati Ciawitali Ciamis CIAMIS, ruber.id -- Kebun Pohon Jati Ciawitali di Dusun Kersikan, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing,...

6 Bulan Derita Penyakit Langka, Kulit Warga Pangandaran Ini Melepuh

6 Bulan Derita Penyakit Langka, Kulit Warga Pangandaran Ini Melepuh PANGANDARAN, ruber.id -- Rasa sakit mesti ditahan oleh Abdul Aziz, 50, selama 6 bulan belakangan...

BPBD: Selama Februari-April, Ciamis Diprediksi Bakal Diteror Angin Kencang Tiap Sore

CIAMIS, ruber -- BPBD Kabupaten Ciamis menyatakan cuaca ekstrem, hujan deras disertai angin kencang diprediksi akan terus meneror warga Ciamis setiap sore. BACA JUGA: Rumahnya...

PANGANDARAN, ruber.id – Kepala desa (Kades) diminta segera laporkan warga yang belum mendapatkan bantuan berupa voucher beras dan sembako ke tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK).

Voucher tersebut merupakan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) penanggulangan COVID-19 dari Pemkab Pangandaran, Jawa Barat.

Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pangandaran Ade Ajat Sudrajat mengatakan, pihaknya meminta kades untuk segera melaporkan warganya yang belum menerima bantuan berupa voucher.

“Laporkan langsung ke TKSK agar segera ditindaklanjuti. Semakin cepat melaporkan maka semakin cepat untuk mendapatkan voucher itu,” katanya kepada ruber.id, Selasa (21/4/2020).

Adapun masyarakat yang berhak mendapatkan voucher senilai Rp150.000 itu, kata Ade Ajat, di antaranya mereka yang tidak menerima bantuan tetap PKH, bukan penerima tetap program sembako (BPNT).

Kemudian, suami atau istri PNS/ASN, anggota TNI/Polri, keluarga kaya raya, daftar tetap penerima program sembako Pemprov Jabar dan program BLT Pusat.

Ade Ajat menerangkan, teknis pemberian voucher akan diantar langsung ke rumah penerima oleh relawan yang telah dibentuk sebelumnya.

Untuk diketahui, relawan tersebut mengantarkan voucher dari rumah ke rumah tanpa honorarium.

“Warga yang menerima voucher, nantinya harus menandatangani formulir untuk tanda terima voucher sebanyak 2 kali,” terangnya.

Setelah voucher didapatkan, kata Ade Ajat, warga bisa langsung menukarkan voucher itu ke warung yang sudah ditunjuk oleh Pemkab.

Ade menambahkan, voucher beras senilai Rp100.000 untuk ditukarkan dengan beras. Kalau beras di daerah tersebut Rp10.000 maka akan mendapatkan 10 kilogram.

Namun, apabila harga beras Rp11.000 maka penerima bantuan hanya mendapatkan beras sebanyak 9 kilogram.

“Voucher sembako senilai Rp50.000 itu dapat ditukarkan dengan berbagai jenis sembako, tidak diboleh ditukar dengan rokok atau pulsa,” tambahnya. (R001/smf)

BACA JUGA: Pemkab Pangandaran Salurkan Bantuan COVID-19, Nenek Tua Berucap ‘Terimakasih Pak Jeje’ Sambil Teteskan Air Mata

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Tolak RUU HIP, Ribuan Warga Sumedang Bakal Kepung Gedung DPRD Minggu Besok

SUMEDANG, ruber.id - Sebanyak 42 Ormas, OKP, dan perkumpulan lainnya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat siap mengikuti aksi menolak RUU HIP, Minggu...

Gara-gara Ada Tambahan Positif Corona, Pelajar di Sumedang Belum Bisa ke Sekolah

SUMEDANG, ruber.id - Kembali bertambahnya kasus positif COVID-19 pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Sumedang, membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)...

Korupsi Infrastruktur, KPK Amankan Dokumen Penting di Kota Banjar

KOTA BANJAR, ruber.id - Penggeledahan Rumah Dinas Wali Kota Banjar dan kantor Dinas PU Kota Banjar, yang dilakukan KPK terkait kasus korupsi...

Agar UMKM di Tasikmalaya Tidak Terpuruk, Ini yang Dilakukan Kementerian Koperasi

TASIKMALAYA, ruber.id - Sebagai upaya menyelamatkan usaha mikro kecil dan menengah agar tidak terpuruk di masa pandemi COVID-19,...

Beredar Video MAF, Pasien Positif COVID-19 di Sumedang: Jagjag Waringkas, Jangan Panik Oke?

SUMEDANG, ruber.id - Setelah diamankan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang karena terkonfirmasi positif COVID-19, video MAF beredar di pesan...