SMAN 1 Sumedang Waspadai Ancaman Seorang Remaja Serang Sekolah di Facebook

  • Bagikan
Img
PIHAK SMAN 1 Sumedang tunjukkan postingan bernada ancaman, Kamis (21/2/2019). bay/ruang berita
PIHAK SMAN 1 Sumedang tunjukkan postingan bernada ancaman, Kamis (21/2/2019). bay/ruang berita

SUMEDANG, ruber — Hanya karena hal sepele, seorang remaja yang diduga anak punk melakukan perkelahian dengan salah seorang siswa kelas X IPS 3 SMAN 1 Sumedang.

Kejadian ini terjadi pada Rabu (20/2/2019) sekitar jam 16.00 WIB, sepulang jam sekolah.

Kejadian bermula saat MZ bersama 5 temannya yang kala itu hendak membawa motor di parkiran Masjid Agung Sumedang.

Tiba-tiba, mereka harus berurusan dengan 3 remaja diduga anak punk yang tengah melintas di hadapannya.

Menanggapi hal ini, Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Sumedang Mohamad Gofur Rohim mengakui adanya kejadian perkelahian yang menyeret anak didiknya tersebut.

“Jadi kemarin itu siswa kami ini bersama 5 temannya akan membawa motor miliknya yang parkir di Masjid Agung.”

“Karena kebetulan di sekolah penuh. Lalu muncul diduga anak punk, saya tidak tahu apa mereka lagi mabuk atau tidak.”

“Di sana, siswa kami tidak sengaja melihat anak punk itu. Mereka tidak terima malah marah, lalu cekcok dan siswa kami ditantang berantem dengan mereka,” ujarnya saat dikunjungi ruber di sekolah, Kamis (21/2/2019).

Setelah itu, lanjut Gofur, karena merasa tersudut dan tersulut emosi, MZ tiba-tiba langsung memukul anak punk tersebut. Sehingga perkelahian pun akhirnya terjadi.

“Mereka sempat dilerai sama anak-anak yang lain saat cekcok itu. Tapi karena saking kesal, siswa kami memukul duluan,” jelasnya.

Saat perkelahian terjadi, MZ dan anak punk tersebut dilerai oleh orang yang berada di tempat kejadian.

Namun, hanya dalam hitungan menit, ketiga anak punk tersebut kembali datang dengan membawa senjata berbahaya.

“Iya, mereka datang kembali dengan membawa senjata gir sambil diputar-putar dengan tujuan menantang lagi. Siswa kami langsung lari dan dikejar hingga kabur ke sekolah.”

“Sampai magrib, mereka kami amankan. Dan hari itu juga kami langsung koordinasi dengan kepolisian,” terangnya.

Namun demikian, karena masih tidak terima dipukul oleh MZ, anak punk tersebut langsung menginformasikan kejadian yang menimpa dirinya di media sosial Facebook dengan nama akun Amayy Strong.

Dirinya mengunggah foto wajahnya yang tampak sedikit lebam dengan dibumbui tulisan yang menyatakan ‘UNTUNG TEU RUSAK TEUING BEUNGEUT😢’ dan ditambah Hastag #smansa.

“Malam sekitar jam 19.00, saya melihat anak punk itu update di Facebook. Kata-katanya serta komennya saya perhatikan seperti mengajak ke teman-temannya untuk menyerang balik,” tutur Gofur.

Khawatir kejadian tersebut akan berkepanjangan, pihak sekolah langsung melakukan koordinasi dengan kepolisian sebagai perlindungan.

“Alhamdulillah, pagi ini dari Polsek Sumedang Selatan turun untuk berjaga di sekitar sekolah. Begitu juga nanti pada jam pulang sekolah, akan ada penjagaan juga untuk keamanan sekolah kami,” tuturnya. bay

loading…


  • Bagikan