Sabtu, 15 Agu 2020

Sayang, Pasar Tradisional di Pangandaran Belum SNI

Baca Juga

Garut Diguncang Gempa, Tidak Berpotensi Tsunami

Garut Diguncang Gempa, Tidak Berpotensi Tsunami GARUT, ruber.id -- Gempa magnitudo 5.1 skala richter mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (6/1/2020) pagi sekitar jam 06.12...

Elegi Cinta Beda Usia di Pati: Tasmi-Dwi Batal Nikah

PATI, ruber -- Selisih usia 20 tahun tak menghalangi jalinan cinta Sutasmi, 58, warga Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu, Pati, dan Dwi Purwanto, 19,...

Tuai Kontroversi, Permen Ekspor Benih Lobster Dinilai Merugikan Nelayan

PANGANDARAN, ruber.id - Terbitnya Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) Nomor 12 tahun 2020 menuai kontroversi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Fraksi Persatuan HaDe Layangkan Surat ke Pimpinan DPRD Sementara

KOTA BANJAR, ruber.id -- Fraksi Persatuan HaDe (PPP, Hanura, Demokrat) melayangkan surat ke pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sementara terkait belum adanya pimpinan...

RATA-rata pasar tradisional di Pangandaran belum mengikuti SNI. smf/ruber.id

Sayang, Pasar Tradisional di Pangandaran Belum SNI

PANGANDARAN, ruber.id — Keberadaan toko modern di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tidak memengaruhi tradisi masyarakat untuk berhenti melakukan transaksi di pasar tradisional.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Ojo Sutaryo mengatakan, transaksi di pasar tradisional memiliki beberapa ciri khas yang tidak mudah terhapus dalam kehidupan masyarakat.

BACA JUGA: Miliki Banyak Manfaat, Budidaya Kapulaga di Pangandaran Menjanjikan

“Tradisi transaksi di pasar tradisional di beberapa daerah masih berlaku sistem barter atau jual beli antara barang dengan barang,” kata Ojo kepada ruber.id, Rabu (6/11/2019).

Selain itu, kata Ojo, tradisi mitos memilih kios atau jongko untuk berjualan di pasar tradisional pun masih dianut oleh pedagang.

“Kadang untuk melaksanakan revitalisasi pasar tradisional agak sulit karena stigma pedagang masih mempercayai keberuntungan di kios atau jongko yang ditempati,” ucap Ojo.

Ojo menjelaskan, saat ini jumlah pasar tradisional di Kabupaten Pangandaran ada 26 pasar yang terdiri dari 3 pasar kabupaten dan 23 pasar desa.

“Pasar tradisional Kabupaten di antaranya di Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Pangandaran, dan Kecamatan Parigi,” sebut Ojo.

Namun sayangnya, kata Ojo, pasar tradisional di Kabupaten Pangandaran belum seluruhnya mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI).

Padahal idealnya, kata Ojo, pasar tradisional ada jonasi pemisahan komoditas dagangan dan disertai failitas pendukung lainnya.

Seperti ruang pengelola, ruang menyusui, RTH, smoking area, tempat ibadah dan toilet.

Selain itu, lanjut Ojo, di area pasar tradisional hendaknya disediakan lahan parkir yang memadai dan penampungan sampah sementara.

“Agar pasar tradisional refrsentatif, maka harus dilengkapi pentilasi dan pencahayaan juga drainase,” ujar Ojo. smf

Baca berita lainnya: Kreasi Warga Pangandaran, Limbah Batok Disulap Jadi Barang Berharga

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Hari Ini Ada 12 Warga Sumedang Positif Corona: 7 Tenaga Medis, 2 Situraja, Tomo, Ujungjaya, Rancakalong

SUMEDANG, ruber.id - Hari ini, Sabtu (15/8/2020), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mencatatkan kasus baru pasien positif virus corona.

BPPSDMP Sebut Hasil Bumi di Pangandaran Tak Kalah Dengan Daerah Lain

PANGANDARAN, ruber.id - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nursyamsi menyebut hasil bumi...

Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Awal September

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat berencana memulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal September 2020.

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

JAKARTA, ruber.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

Ujang Endin Indrawan Sebut Pelaku UMKM dan IKM di Pangandaran Pejuang Perekonomian

PANGANDARAN, ruber.id - Bakal calon wakil bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan sebut pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan IKM (Industri...