Pasar Pananjung Pangandaran Direvitalisasi Tahun Depan, Bupati Jeje: Relokasi Terminal Dulu

  • Bagikan
pasar pananjung pangandaran direvitalisasi
PASAR Pananjung Pangandaran direvitalisasi setelah menyelesaikan relokasi terminal. smf/ruber.id

PANGANDARAN, ruber.id – Pemkab Pangandaran, Jawa Barat berencana melakukan revitalisasi Pasar Pananjung di tahun depan. Revitalisasi akan dilakukan setelah menyelesaikan relokasi terminal Pangandaran.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, Pasar Pananjung akan direvitalisasi dan diperluas lokasinya. Selain untuk kenyamanan aktivitas transaksi, kondisi pasar tradisional ini memang kurang representatif.

“Masyarakat sudah banyak yang mengeluhkan kondisi pasar, sering becek kalau musim hujan. Revitalisasi akan kami lakukan setelah selesai merelokasi terminal Pangandaran,” kata Jeje, Selasa (4/8/2020).

Sementara, kata Jeje, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak mengenai relokasi terminal bus yang berdampingan dengan pasar tradisional itu.

“Kalau urusan terminal sudah rampung (pindah), revitalisasi dan perluasan Pasar Pananjung akan segera dilakukan. Harapan kami bisa terrealisasi di tahun depan, pada tahun anggaran 2021,” ujarnya.

Baca juga:  Pembangunan Pasar Pananjung Pangandaran Ditargetkan Rampung Tahun 2022, Pedagang Siap Direlokasi

Jeje menuturkan, Pemkab sebelumnya sudah merespon dan mewacanakan revitalisasi pasar. Namun, ada hal teknis yang menjadi kendala sehingga pengerjaannya terpaksa ditunda dulu.

Bahkan, kata Jeje, Pemkab juga sempat melakukan study banding ke daerah lain mengenai pengelolaan pasar tradisional. Ada beberapa poin yang bakal disadur untuk diterapkan di Pasar Pangandaran.

“Pasar Pananjung ini merupakan pusat kegiatan ekonomi tradisional terbesar di Pangandaran. Pengunjung atau wisatawan juga banyak yang belanja ke pasar ini untuk memenuhi kebutuhan selama liburan,” tuturnya.

Jeje menjelaskan, dalam penundaan pembangunan Pasar Pananjung ini bukan berarti Pemkab mengabaikan kepentingan warga pasar. Melainkan untuk menghindari pekerjaan double.

“Kalau revitalisasi dan perluasan pasar dilakukan sebelum relokasi terminal, akan menjadi pekerjaan dua kali. Kami tidak mau itu, setelah pasar jadi malah ada perubahan karena terminal pindah,” jelasnya.

Baca juga:  Sejak Corona Merebak, Pasar Tradisional di Sumedang Sepi

Pasar Pananjung Pangandaran Akan Dibangun Satu Lantai

Jeje menambahkan, wacana perluasan lokasi Pasar Pananjung itu untuk menghindari pembangunan pasar dua lantai. Karena, akan terjadi keluhan baru bagi pedagang yang menempati kios di lantai atas.

“Pedagang di lantai dua itu biasanya mengeluh sepi pembeli. Maka Pemkab sedang berupaya pembangunan Pasar Pananjung ini hanya satu lantai, dengan cara melakukan perluasan lahan,” tambahnya.

Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM Pangandaran, di Pasar Pananjung itu ada 1.142 bangunan. Terdiri dari 649 kios, 81 los dan 412 Pedagang Kaki Lima (PKL).

Sementara, jumlah pengguna bangunan tersebut terdata sebanyak 811 pedagang. Dengan rincian, pengguna kios 337, pengguna los 62 dan 412 PKL. (R001/smf)

Baca juga:  UMKM Didata, 18 Pasar Desa di Sumedang Akan Terima Bantuan Alat Kesehatan COVID-19

BACA JUGA: Belum Ada Kesepakatan, Revitalisasi Pasar Pananjung Pangandaran Tertunda

  • Bagikan