21.4 C
Indonesia
Selasa, November 30, 2021

Pejabat Tak Hadiri Sidang Paripurna Pidato Kenegaraan Presiden, Bupati Pangandaran Kecewa

BUPATI Jeje Wiradinata usai hadiri rapat paripurna pidato Kenegaraan Presiden RI di DPRD Pangandaran, Jumat (16/8/2019) dede/ruber.id

PANGANDARAN, ruber.id — Ketidakhadiran para pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran dalam rapat paripurna mendengarkan pidato Kenegaraan Presiden RI dikecewakan Bupati Pangandaran.

Paripurna tersebut dalam rangka menyambut HUT ke 74 RI yang digelar di DPRD Pangandaran, Jumat (16/8/2019).

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengaku, dirinya kecewa dengan banyaknya pejabat yang tidak hadir pada sidang paripurna tahunan tersebut.

Padahal, kata Jeje, saat rakor hari kemarin pihaknya sudah mengajak untuk hadir dalam paripurna hari ini.

“Kami akan memerintahkan Inspektorat untuk memanggil para pejabat yang tidak hadir mengikuti paripurna,” katanya.

BACA JUGA:  Pilkada 2020: Jeje Diusung PDI Perjuangan Jadi Bupati Lagi

Kehadiran pejabat dalam rapat paripurna mendengarkan pidato Presiden RI, kata Jeje, agar mereka tahu kebijakan makro pemerintah pusat.

“Meskipun masih kata pengantar, tapi minimalnya kan tahu kemana arah kebijakannya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua sementara DPRD Pangandaran Asep Noordin menambahkan, ada beberapa camat yang tidak hadir dalam paripurna ini.

Namun, kata Asep, mereka meminta izin langsung dengan alasan untuk menghadiri pengukuhan Paskibra di masing-masing kecamatan.

“Sebagian camat izin langsung ke saya, tapi yang lainnya saya tidak tahu,” tambahnya.

Selain itu, Asep mengungkapkan, pihaknya akan lebih menekankan etika para anggota DPRD Pangandaran.

Karena, kata Asep, selama sidang berlangsung mereka ada yang ketahuan asyik bermain handphone.

BACA JUGA:  Kewaspadaan Pedagang Terhadap COVID-19 di Pangandaran Dinilai Melemah

“Tapi saya tidak tahu juga kalau mereka itu komunikasi dengan konstituennya atau apa,” ungkapnya.

Maka dari itu, Asep mengajak kepada anggotanya untuk lebih dewasa lagi dan bisa membagi waktu menggunakan alat komunikasi.

“Sebagus apapun kode etik, segalak apapun nanti Ketua Badan Kehormatan, kalau tidak dimulai dari diri sendiri tidak mungkin itu berjalan,” katanya. dede ihsan

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles