Saturday, 4 Apr 2020

12 Destinasi Wisata di Desa Selasari Pangandaran, Panorama Gordeng Bergoyang Paling Bikin Penasaran

Baca Juga

Dua Warga Pangandaran Ini Tewas Tersambar Petir di Hari yang Sama

PANGANDARAN, ruber -- Hujan yang terjadi sejak sore di Kabupaten Pangandaran mengakibatkan dua warga di tempat berbeda tersambar petir hingga meninggal dunia. BACA JUGA: Honda CBR...

Pemkab Sumedang Jamin Hak Warga untuk Akses Informasi Publik

SUMEDANG, ruber -- Pemkab Sumedang menjamin hak warga mendapatkan hak untuk menerima informasi publik. Sebagai komitmen dalam rangka optimalisasi peran PPID, Lapor SP4N dan Layanan...

Jumlah DPT Pemilu 2019 di Pangandaran Naik 8.942 Jiwa Dibandingkan Saat Pilgub Jabar

PANGANDARAN, ruber -- Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019 di Pangandaran mengalami kenaikan hingga 8.942 jiwa. BACA JUGA: Orang dengan Gangguan Jiwa Punya Hak...

BPPSPAM Butuh Rp5 Triliun untuk Bangun SPAM Regional Jatigede

JAKARTA, ruber - Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) berencana pembangunan SPAM Regional di Jatigede, Kabupaten Sumedang. Diperkirakan butuh dana investasi sebesar Rp5...

12 Destinasi Wisata di Desa Selasari Pangandaran, Panorama Gordeng Bergoyang Paling Bikin Penasaran

PANGANDARAN, ruber.id – Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dijuluki sebagai desa wisata.

Hal ini tak terlepas dari banyaknya objek wisata di desa ini menyimpan keindahan alam yang masih alami dan terjaga kelestariannya.

Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Pemdes Selasari, ada 12 lokasi destinasi wisata yang layak dikunjungi dan bisa dinikmati saat liburan ke Kabupaten Pangandaran.

BACA JUGA: Pantai Pangandaran Masih Tercemar, IPAL Komunal Akan Dibangun Tahun 2020

Kepala Desa Selasari Udin Tugaswara mengatakan, Desa Selasari mulai terpromosikan sebagai lokasi wisata sejak Kabupaten Pangandaran berpisah dari Kabupaten Ciamis.

“Dari 12 lokasi wisata yang ada di Desa Selasari, terdapat panorama alam yang menyerupai gordeng bergoyang,” kata Ugas, sapaan akrabnya kepada ruber.id, Selasa (24/12/2019).

Ugas menjelaskan, panorama gordeng bergoyang ini terdapat di salah satu goa yaitu di Goa Sutra Reregan.

Goa ini, sambung Ugas, merupakan Goa pertama yang menghubungkan ke goa berikutnya.

“Goa Sutra Reregan itu artinya goa yang berderet yang secara administasi berada di Dusun Selakambang, Desa Selasari,” tambah Ugas.

Ugas menuturkan, jika sedang berada di dalam Goa Sutra Reregan, pengunjung melihat pemandangan keluar goa.

Selain itu, ada pemandangan alam yang disajikan secara natural menyerupai gordeng yang sedang bergoyang.

“Goa Sutra Reregan merupakan goa yang alami dan keberadaannya di perbukitan karst,” terang Ugas.

Ugas menyebutkan, jarak tempuh menuju ke Goa Sutra Reregan dapat ditempuh dengan cara jalan kaki.

Dengan waktu sekitar 10 menit dari pintu gerbang masuk yang berada di jalan Desa Selasari.

“Goa Sutra Reregan memiliki dua mulut yang menghadap ke arah barat dan arah timur,” jelas Ugas.

Ukuran mulut Goa Sutra Reregan sendiri, kata Ugas, yang berlokasi di sebelah barat memiliki lebar sekitar 8.44 meter dan tinggi 21.88 meter.

Sedangkan mulut goa sebelah timur, lanjut Ugas, memiliki ukuran lebar sekitar 12.66 meter dan tinggi sekitar 7.23 meter.

Selain itu, kata Ugas, Goa Sutra Reregan juga memiliki panjang sekitar 56.58 meter.

Letak Goa Sutra Reregan dikelilingi oleh areal kebun masyarakat dengan kondisi di dalam goa, terdapat banyak bongkahan batuan bekas reruntuhan goa yang terkonsentrasi pada dinding sebelah utara.

“Dinding dan lantai Goa Sutra Reregan sedikit licin karena banyak tetesan air dari atap goa,” sebut Ugas.

Sedangkan tekstur goa sendiri begelombang dan tidak rata. Memberi kesan yang sangat alami.

Sehingga, keindahan ornamen juga stalaktit, stalakmit dan sinter atau pilar memberi kesan bagi pengunjung untuk kembali datang berkunjung.

“Hasil survei BPCB Banten, Goa Sutra Reregan ini dulunya hunian masa prasejarah, terbukti dengan ditemukannya sebuah alat batu dari jenis bahan batuan obsidian,” jelas Ugas.

Ugas menerangkan, BPCB Banten juga menemukan tumpukkan fosil kulit kerang dan siput.

Selain itu, ditemukan juga tulang hewan yang diperkirakan berumur ratusan tahun. syam

Baca berita lainnya: Dari Lima Objek Wisata, Pantai Pangandaran Terbanyak Dikunjungi

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Warga Tertimbun Longsor di Purwakarta Ditemukan Tewas

PURWAKARTA, ruber.id - Warga tertimbun longsoran jembatan di Purwakarta, Jawa Barat ditemukan tewas, Jumat (3/4/2020) sore Menurut informasi terbaru,...

Menaker Minta Pengusaha Bayar THR Lebaran Tepat Waktu, Telat? Ini Dendanya

NASIONAL, ruber.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta pengusaha di Indonesia tepat waktu membayar THR Lebaran. Jika terlambat, Menaker...

Alfamart di Ciamis Dijarah, Bawa Kabur Uang Rp20 Juta, Pelaku Lari ke Arah Banjar

CIAMIS, ruber.id - Sekolompok orang tak dikenal beraksi di Alfamart Nagrak, di Jalan Jenderal Sudirman 246. Tepatnya di wilayah...

Jembatan Longsor di Purwakarta, 6 Warga Terimbun

PURWAKARTA, ruber.id - Bencana longsor menerjang Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (3/4/2020) sore sekitar jam 15.00 WIB.

Tangani COVID-19, DPRD Pangandaran Geser Rp2.2 Miliar Anggaran Reses dan Bimtek

PANGANDARAN, ruber.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sepakat menggeser anggaran dua kegiatan untuk penanggulangan virus Corona (COVID-19).