Sunday, 5 Apr 2020

Impor Sampah Bermasalah Akibat Aturan Hidup yang Salah

Baca Juga

Jelang Puncak Arus Mudik, Polisi Tambah Kekuatan di 6 Titik Rawan Macet di Jalur Selatan Ciamis

CIAMIS, ruber -- Polisi memprediksi puncak arus mudik yang melintas di jalur selatan Ciamis terjadi pada Minggu (2/5/2019) sore atau H-3. Ada 6 titik kemacetan...

Jelang 1 Syawal, Bosscha Lembang Tak Akan Amati Hilal

BANDUNG, ruber -- Jelang Lebaran 2019, Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat memutuskan tidak akan melakukan pengamatan hilal.   Dilansir ruber dari laman lembangpedia.com, Kepala Observatorium Bosscha,...

Truk Sapu 2 Minibus di Jatinangor, Korbannya Mahasiswa dan PNS

JATINANGOR, ruber.id - Tabrakan beruntun antara truk dan dua minibus terjadi di Jalan Raya Ir Soekarno, Kamis (20/2/2020) pagi sekitar jam 08.00...

Unpad PSDKU Pangandaran Buka Pendaftaran Lari Marathon, Raih Tiket Keliling Eropa

Unpad PSDKU Pangandaran Buka Pendaftaran Lari Marathon, Raih Tiket Keliling Eropa PANGANDARAN, ruber.id -- Universitas Padjadjaran (Unpad) Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten...

OLEH: Rianny Puspitasari

CITIZENJOURNALISM, ruber.id — Beberapa waktu lalu, Indonesia diramaikan dengan polemik impor sampah yang masuk ke Indonesia.

Namun mengandung bahan berbahaya sehingga akhirnya dikembalikan ke negara asalnya.

Pada akhir Maret lalu misalnya ada lima kontainer sampah impor bermasalah yang dikirim dari Seattle, Amerika Serikat ke Surabaya, Jawa Timur, lalu kemudian dikembalikan.

Tak hanya di Surabaya, hal serupa juga ditemukan di Batam, Kepulauan Riau yang jumlahnya sampai 65 kontainer sampah.

Sampah impor ini pun diduga merupakan limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya).

Selain itu, Indonesia disinyalir kerap menerima puluhan container berisi sampah yang diimpor dari luar negeri semisal Australia, Amerika Serikat, Perancis, Jerman dan Hongkong.

Menurut Kasi Humas Dirjen Bea Cukai, maraknya sampah impor masuk ke Indonesia terjadi sejak China mulai menerapkan larangan impor sampah ke Negara mereka.

Dari sini terlihat bahwa maraknya impor sampah merupakan bukti lemahnya posisi Indonesia dalam politik dan ekonomi Internasional.

Ironis memang, satu sisi Indonesia pun masih kesulitan dengan sampah yang ada di dalam negeri, terbukti dengan banyaknya sungai yang penuh dengan sampah dan TPA yang juga banyak bermasalah.

Namun, di sisi lain Indonesia juga menerapkan kebijakan yang mengatur tentang impor sampah yaitu Permendag Nomor 31/2016.

Sehingga, perkara impor sampah ini adalah legal.

Tentu hal ini melemahkan wibawa Negara Indonesia di hadapan para pengusaha yang mengordernya.

Sesungguhnya, Indonesia adalah negeri kaya raya yang melimpah sumber daya alamnya.

Sejatinya hal ini menjadikan Indonesia sebagai Negara yang memiliki kekuatan di dalam negeri dan memiliki daya tawar di mata Internasional.

Namun pada faktanya, saat ini Indonesia hanyalah salah satu negeri yang terkategori sebagai Negara berkembang, dari sejak merdeka hingga saat ini.

Semua ini akibat penerapan aturan yang salah, yakni ideology kapitalisme-sekuler, yang pada dasarnya mewajibkan adanya pemisahan antara kehidupan-termasuk bernegara, dengan agama.

Akibatnya, aturan Sang Pencipta pun dicampakkan dan diganti dengan aturan manusia yang lemah dan terbatas.

Dengan demikian, untuk mengubah kondisi yang terpuruk ini hanya bisa dengan mengganti aturan hidup yang rusak dengan ideology yang benar yakni Islam.

Dengan menerapkan aturan Islam secara menyeluruh akan membawa negeri ini kepada keberkahan dunia dan akhirat, karena aturannya terjamin berasal dari Sang Pencipta bumi dan segala isinya.

Maka, Indonesia menjadi negara yang kuat dan berdaya juga memiliki wibawa di kancah luar negeri bukanlah sesuatu yang mustahil.

Sekali lagi, titik tekannya adalah menerapkan seluruh aturan Islam dalam kehidupan dan bernegara. Wallahu ‘alam bi ash showab. (*)

*) Penulis: Rianny Puspitasari, S.Pd., M.Pd., Dosen STBA Sebelas April Sumedang. Email: [email protected]

loading…


Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Warga Garut Positif Corona Jadi Dua, Pasien Pernah Kontak Langsung dengan 110 Orang

GARUT, ruber.id - Warga Garut, Jawa Barat positif terjangkit COVID-19 tambah satu. Jadi total warga Garut positif corona menjadi dua.

ODR di Sumedang Tembus 18.303, Positif Rapid Test COVID-19 Jadi 14 Orang

SUMEDANG, ruber.id - Hanya ada satu warga Sumedang, Jawa Barat yang terinfeksi virus corona hingga Sabtu (4/4/2020). Selain itu,...

Hasil Rapid Test 3 Praja Putri IPDN Positif Imunitas Lemah, Senin Dites Swab

JATINANGOR, ruber.id - Setelah hari kemarin, hasil rapid test COVID-19 untuk praja putri IPDN Jatinangor imunitas positif lemah, dua praja putri lainnya...

Peresmian RSUD Pandega Pangandaran via Teleconference

PANGANDARAN, ruber.id - Melalui teleconference, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmikan Gedung RSUD Pandega milik Pemkab Pangandaran, Sabtu (4/4/2020).

Perbatasan Sumedang Bandung di Jatinangor Dijaga Ketat Aparat Gabungan

JATINANGOR, ruber.id - Wilayah perbatasan Bandung - Sumedang di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dijaga ketat aparat gabungan. Jumat (3/4/2020)...