Damas Tasikmalaya Gelar Pasanggiri Jaipongan Kala Darma, Diikuti 66 Peserta

Pasanggiri Jaipongan Kala Darma
Foto: Andy Kusmayadi/ruber.id

NEWS, ruber.id – Pasanggiri Jaipongan Kala Darma se-Jawa Barat menjadi salah satu upaya untuk melestarikan seni dan budaya Sunda yang dilakukan Daya Mahasiswa Sunda (Damas) Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut, digelar bersamaan dengan peringatan Milangkala ke-70 Damas.

Kegiatan tersebut, berlangsung di halaman parkir Plaza Asia Tasikmalaya, Sabtu (13/9/2026).

Warga menyambut antusias kegiatan tersebut, terutama kalangan pelajar yang memiliki ketertarikan terhadap seni tradisi Sunda.

Sebanyak 66 peserta, ambil bagian dalam pasanggiri yang diperuntukkan bagi kategori pemula.

Mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tingginya minat untuk mengikuti perlombaan, membuat panitia harus membatasi jumlah peserta.

Kebijakan tersebut, dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib.

Baca juga:  Sampah yang Meluber ke Jalan di Kota Tasik Diangkut Petugas

Selain itu, setiap peserta memiliki kesempatan tampil dan memperoleh penilaian secara maksimal.

Pasanggiri Jaipongan Kala Darma jaga seni tradisi Sunda

Ketua Pelaksana Pasanggiri Jaipongan Kala Darma, Handikan Rahman mengatakan, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi arena perlombaan.

Lebih dari itu, pasanggiri diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, sekaligus mengembangkan seni tradisi Sunda.

“Kegiatan ini, kami selenggarakan sebagai wadah bagi generasi muda. Khususnya pelajar, untuk menyalurkan bakat dan kecintaan mereka terhadap seni tradisi Sunda.”

“Antusiasme peserta yang sangat tinggi menjadi kebanggaan, sekaligus motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan kegiatan seperti ini,” ujar Handikan.

Ia menyebutkan, jumlah peserta yang mencapai 66 orang menunjukkan bahwa kesenian jaipongan masih memiliki daya tarik kuat di kalangan generasi muda.

Baca juga:  Wisata Pantai Sindangkerta Tasikmalaya, Indahnya Sunrise yang Memesona

Menurutnya, pembatasan peserta bukan karena minimnya peminat. Melainkan, sebagai upaya panitia menjaga kualitas dan kelancaran pelaksanaan kegiatan.

“Jumlah peserta yang mencapai 66 orang ini, menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap jaipongan dan seni Sunda masih sangat tinggi.”

“Mudah-mudahan, kegiatan ini tidak berhenti sebagai perlombaan saja. Tetapi, dapat menjadi langkah untuk melahirkan generasi penerus yang mencintai, memahami, dan melestarikan budaya Sunda,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, para peserta dari berbagai jenjang pendidikan menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri dan masyarakat yang menyaksikan langsung jalannya perlombaan.

Pasanggiri Jaipongan Kala Darma juga menjadi bagian penting dari rangkaian Milangkala DAMAS ke-70.

Momentum tersebut, menjadi kesempatan bagi organisasi untuk merefleksikan perjalanan panjang.

Baca juga:  Wakil Walikota Tasik Tekankan agar Masyarakat Taat Membayar Pajak

Selain itu, memperkuat komitmen dalam menjaga seni, budaya, dan nilai-nilai kesundaan.

Melalui kegiatan ini, Damas Tasikmalaya berharap jaipongan tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi muda dan terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan identitas serta akar budaya Sunda.

Selain sebagai kompetisi, pasanggiri tersebut juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi bagi pelajar, orang tua, pelaku seni, dan masyarakat.

Di sisi lain, kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan seni tradisi Jawa Barat yang perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.***