NEWS, ruber.id – Suasana religius sekaligus semangat kemerdekaan mewarnai lingkungan Cibogor RW 14, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Dalam kesempatan ini, warga Cibogor Tasikmalaya, menggelar Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pentas seni religi, Minggu (30/8/2026).
Tabligh akbar maulid nabi dan pentas seni religi semarakkan HUT ke-81 RI di Cibogor Tasikmalaya
Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Nur Rafi’i tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Acara, melibatkan berbagai unsur masyarakat. Mulai dari Karang Taruna, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), hingga warga setempat.
Dengan mengangkat tema “Pembinaan Generasi Muda, Mempererat Ukhuwah Islamiyah, serta Melestarikan Seni dan Budaya di Lingkungan Masyarakat,” kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tetapi juga, menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan warga.
Beragam kegiatan, disuguhkan dalam acara tersebut.
Selain tausiyah, warga juga disuguhi penampilan seni religi yang melibatkan kreativitas masyarakat. Khususnya, generasi muda.
Kehadiran seni religi, membuat suasana acara semakin semarak.
Unsur seni dan budaya, dipadukan dengan pesan-pesan keagamaan sehingga kegiatan berlangsung lebih menarik dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Kiwil sampaikan pesan tentang akhlak dan generasi muda
Salah satu perhatian warga tertuju pada kehadiran H Wildan Delta atau yang lebih dikenal dengan nama Kiwil.
Komedian yang juga aktif menyampaikan dakwah tersebut, didapuk sebagai penceramah dalam kegiatan Tabligh Akbar.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan penuh humor, Kiwil mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengamalkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kemeriahan sebuah acara.
Nilai utama yang perlu dibawa pulang oleh masyarakat, yakni semangat untuk meneladani akhlak Rasulullah.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda.
Menurutnya, anak-anak muda perlu memiliki landasan agama yang kuat, menghormati orang tua serta mampu menjaga hubungan baik dengan sesama.
“Kalau kita memperingati Maulid Nabi, jangan hanya ramai acaranya, tetapi akhlak Rasulullah juga harus kita hidupkan dalam kehidupan.”
“Terutama generasi muda, harus punya pegangan agama, tetap menghormati orang tua dan menjaga persaudaraan di tengah masyarakat,” pesan Kiwil.
Pesan tersebut, menjadi relevan dengan tema kegiatan yang menempatkan pembinaan generasi muda sebagai salah satu fokus utama.
Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan lingkungan dan bangsa.
Pembentukan karakter pun tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga melalui keluarga, masjid dan lingkungan sosial.
Perkuat ukhuwah dan kreativitas generasi muda
Selain menjadi sarana dakwah, kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya masjid sebagai pusat aktivitas sosial dan pembinaan masyarakat.
Keterlibatan Karang Taruna, DKM dan warga menunjukkan adanya kolaborasi lintas unsur dalam membangun lingkungan yang lebih guyub.
Pertemuan dalam satu kegiatan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat komunikasi, menumbuhkan kepedulian dan menjaga persaudaraan.
Di sisi lain, pentas seni religi memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas.
Seni dan budaya tidak harus dipisahkan dari nilai-nilai agama, melainkan dapat dikembangkan secara bersamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Kreativitas tersebut diharapkan terus tumbuh dengan tetap berpegang pada nilai moral, budaya dan norma yang hidup di tengah masyarakat.
Perpaduan antara peringatan Maulid Nabi dan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga memiliki makna tersendiri.
Jika Maulid Nabi mengajarkan masyarakat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, maka momentum kemerdekaan mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan.
Melalui kegiatan tersebut, warga Cibogor berharap semangat kebersamaan tidak berhenti pada satu acara.
Kolaborasi antara pemuda, tokoh agama, DKM dan masyarakat diharapkan terus terjaga untuk menciptakan lingkungan yang religius, harmonis, kreatif dan peduli terhadap masa depan generasi penerus.
Dengan demikian, Tabligh Akbar Maulid Nabi dan pentas seni religi bukan sekadar kegiatan peringatan. Tetapi juga, menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan serta semangat kebangsaan di tengah masyarakat.***






