Antusiasme Warga Gunung Karikil Tasikmalaya Nobar Final Piala Presiden 2026

Nobar Final Piala Presiden 2026
Warga Gunung Karikil Tasikmalaya antusias nobar Final Piala Presiden 2026. Foto: Andy Kusmayadi/ruber.id

NEWS, ruber.id – Semangat kebersamaan mewarnai kegiatan nonton bareng (nobar) laga final Piala Presiden 2026 yang digelar warga Kampung Gunung Karikil, Jalan Jiwa Besar RT 05/RW 07, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Kamis (6/8/2026) malam.

Warga dari berbagai kalangan, memadati halaman Masjid Fathul Huda untuk menyaksikan partai puncak yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Kegiatan yang diinisiasi oleh warga setempat itu, berlangsung meriah dan penuh keakraban.

Sejak pertandingan dimulai, suasana nobar dipenuhi sorak sorai dan tepuk tangan para penonton yang memberikan dukungan kepada tim favorit masing-masing.

Jalannya pertandingan berlangsung sengit, dengan tempo permainan tinggi. Sehingga, mampu menyita perhatian seluruh warga yang hadir.

Baca juga:  Cafe Coffee di Tasikmalaya Cocok untuk Nongkrong, Nomor Dua Ada Gunungnya

Persebaya Surabaya berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Ramadhan Sananta pada menit ke-19.

Namun, Persib Bandung mampu memberikan respons cepat dengan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Patricio Matricardi pada menit ke-23 setelah memanfaatkan umpan Uilliam Barros.

Skor imbang, bertahan hingga waktu normal berakhir.

Kedua tim juga gagal mencetak gol tambahan pada babak perpanjangan waktu sehingga penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.

Pada babak tos-tosan, Persebaya tampil lebih efektif dan akhirnya memastikan diri menjadi juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung dengan skor 6-5.

Antusiasme warga Gunung Karikil Tasikmalaya nobar final Piala Presiden 2026

Ketua RW 07 Kampung Gunung Karikil, Syarif Hidayat, mengatakan kegiatan nobar tersebut bukan sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Tetapi juga, menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

Baca juga:  Hilang Selama 5 Hari, Siswi SMPN 6 Kota Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

“Alhamdulillah warga sangat antusias mengikuti nonton bareng ini. Kegiatan seperti ini menjadi ajang silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, serta kondusif,” ujarnya.

Menurut Syarif, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

Anak-anak, remaja hingga orang tua tampak menikmati jalannya pertandingan dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Meski mayoritas warga memberikan dukungan kepada Persib Bandung, hasil akhir pertandingan diterima dengan lapang dada.

Warga tetap mengapresiasi penampilan kedua tim yang menyuguhkan pertandingan seru hingga harus ditentukan melalui adu penalti.

Melalui kegiatan nobar tersebut, warga berharap tradisi menyaksikan pertandingan bersama dapat terus dilaksanakan. Baik untuk ajang olahraga nasional, maupun internasional.

Baca juga:  Tak Kunjung Teken Kontrak Baru di Juventus, Inter Rayu Weston McKennie

Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan seperti ini dinilai mampu mempererat hubungan sosial serta memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan masyarakat.***