Sunday, 31 May 2020

Transportasi Jabodetabek Tetap Berjalan dengan Pembatasan, BPTJ Imbau Warga Tidak Mudik Lokal

Baca Juga

Demi Keandalan Pasokan Air Selama Musim Hujan, PDAM Tirta Asasta Depok Siaga 24 Jam

PDAM Tirta Asasta Kota Depok Imbau Kawan Asasta Tetap Waspada KOTA DEPOK, ruber.id -- Musim penghujan kali ini menjadi fokus perhatian PDAM Tirta Asasta Kota...

Bantuan Rp500.000 Sudah Disalurkan kepada 14.672 Warga Terdampak Corona di Sumedang

SUMEDANG, ruber.id - Pemkab Sumedang telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp500.000 kepada 14.672 Kepala Keluarga (KK) terdampak corona, hingga Selasa (5/5/2020).

Caleg PPP Laporkan Kecurangan Pemilu di Cilengkrang Sumedang

SUMEDANG, ruber -- Caleg PPP asal Dapil 4 Sumedang (Kecamatan Situraja Cisitu, Darmaraja, Wado dan Cibugel) H Beben Dendi Kuswandi melaporkan adanya dugaan kecurangan...

Presiden Inter Milan Tolak Tawaran Rendah Juventus, Icardi Berpotensi Gabung Napoli

ruberSPORT -- Meski telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Mauro Icardi bukan bagian dari rencana klub untuk musim ini, Presiden Inter Milan Steven Zhang menegaskan...

JAKARTA, ruber.id – Transportasi di Jabodetabek pada dua hari Lebaran Idul Fitri 1441 H, akan tetap berjalan dengan pembatasan.

Ini artinya, pada hari H Lebaran, Minggu (24/5/2020) dan H+1, Senin (25/5/2020) transportasi massal di wilayah Jabodetabek akan tetap beroperasi.

Kepala Bagian Humas BPTJ Budi Rahardjo menyebutkan, tetap berjalan dengan pembatasan sendiri artinya sesuai dengan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Transportasi dengan pembatasan ini ditujukan terutama untuk fasilitasi kegiatan yang dikecualikan dalam PSBB,” jelasnya.

BACA JUGA: Mudik Lebaran 2020 Jadi yang Terberat bagi Pemerintah dan Aparat Keamanan, Ini Alasannya

Oleh karena itu, kata Budi, warga di Jabodetabek diminta untuk berlebaran di rumah.

Dan tidak melakukan kegiatan silaturahmi fisik atau anjangsana ke mana pun di wilayah Jabodetabek (Mudik Lokal).

“Kegiatan anjangsana untuk silaturahmi pada masa Lebaran tidak termasuk dalam kegiatan yang dikecualikan dalam PSBB,” sebutnya.

Bahkan, kata Budi, apabila merujuk Permenkes Nomor 9/2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, kegiatan ini sangat berpotensi menimbulkan kerumunan yang seharusnya dihindari.

“Pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah ini, pengoperasian angkutan umum di wilayah Jabodetabek akan mengalami pembatasan.”

“Di antaranya, untuk angkutan umum misalnya PT KCI akan melayani perjalanan KRL dengan jam operasional mulai pukul 05.00-08.00 WIB.”

“Kemudian dilanjutkan jam 16.00-18.00 WIB, untuk seluruh lintas perjalanan,” ucapnya.

Adapun, kata Budi, pada waktu di luar jam operasional tersebut, stasiun akan ditutup.

Untuk jam operasional TransJakarta, pada hari Minggu (24/5/2020) akan berlangsung mulai jam 10.00-18.00 WIB.

Selanjutnya untuk hari Senin (25/5/2020), TransJakarta akan beroperasi mulai jam 06.00-18.00 WIB.

Sementara itu, kata Budi, waktu operasional angkutan umum regular di Bodetabek (di luar DKI Jakarta) tetap sama seperti di awal penerapan PSBB. Yaitu pada jam 05.00-19.00 WIB.

“Setiap orang atau pelaku usaha yang memiliki kegiatan dalam kriteria pengecualian yang hendak memanfaatkan layanan angkutan umum massal pada waktu-waktu tersebut, diharapkan untuk dapat menyesuaikan jadwal.”

“Selain itu, harus senantiasa mengakses informasi melalui akun-akun resmi media sosial masing-masing operator angkutan umum massal,” tuturnya.

Perlu juga diketahui, kata Budi, penerapan protokol kesehatan berupa pembatasan jumlah penumpang dan penerapan physical distancing berupa pengaturan tempat duduk tetap berlaku.

Adapun, jumlah penumpang kendaraan pribadi dan angkutan umum maksimal 50%, dari kapasitas penumpang.

Sedangkan untuk kereta api perkotaan (KRL) maksimal 35%.

“Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengapresiasi beberapa pemerintah daerah di Jabodetabek yang telah menyatakan akan mengantisipasi kegiatan mudik lokal di wilayah masing-masing,” katanya.

Pemerintah daerah dimaksud di antaranya adalah Pemprov DKI Jakarta, Pemkot Bekasi, Pemkab Bogor, dan Pemkot Depok.

Dengan adanya antisipasi ini, lanjut Budi, diharapkan masyarakat tidak melakukan kegiatan mudik lokal.

Sehingga, selain mengurangi potensi penyebaran COVID-19, juga akan berdampak pada berkurangnya penggunaan angkutan pribadi pada Hari Raya Idul Fitri di Jabodetabek.

Sebagaimana kegiatan tradisi yang sudah berjalan selama ini, mudik lokal, selain melibatkan orang banyak atau berkelompok juga mempertemukan generasi muda dan generasi yang lebih tua.

“Sehingga, sangat berpotensi menjadi media penularan COVID-19,” jelasnya.

Sosialisasi Tidak Mudik Lokal
Mudik lokal dengan esensi silaturahmi sebenarnya memiliki tujuan yang baik.

Namun, kata Budi, ketika kemudian Idul Fitri harus dirayakan dalam masa pandemi ini perlu kesadaran publik agar kegiatan ini untuk sementara ditunda.

Pemerintah baik pusat dan daerah yang telah bekerja keras untuk mengendalikan penyebaran covid-19 tidak mungkin berhasil tanpa didukung masyarakat.

“Jadi masyarakat memang harus memiliki kesadaran untuk bahu membahu dengan pemerintah mencegah pandemi COVID-19 terus berkembang, agar kehidupan kembali dapat berjalan normal,” sebutnya.

Untuk itu, kata Budi, sejak beberapa pekan lalu, BPTJ telah berupaya melakukan berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat Jabodetabek.

Tujuannya, untuk menyadarkan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan mudik lokal pada Hari Idul Fitri.

Sosialisasi dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti.

Dengan melibatkan pula instansi lain seperti Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah dan juga tokoh masyarakat.

Juga melibatkan pemerhati transportasi dan lembaga swadaya masyarakat yang memiliki pandangan yang sama.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan adalah ngobrol virtual dengan berbagai komunitas motor dan mobil menjelang berbuka puasa.

Kemudian talkshow di berbagai media radio di Jabodetabek dengan segmentasi komunitas tertentu.

Pemasangan spanduk di seluruh Jabodatabek hingga pemanfaatan media sosial dengan berbagai platform.

“Dari kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun kesadaran masyarakat Jabodetabek untuk tidak melakukan mudik lokal.”

“Dalam rangka silaturahmi merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah nanti,” ucapnya.

Silaturahmi, kata Budi, tidak perlu harus dilakukan dengan kehadiran fisik.

Namun juga, dapat dilakukan dengan cara virtual yang tidak akan mengurangi makna silaturahmi itu sendiri.

Ibadah puasa Ramadan sebulan penuh yang telah memberikan latihan bagaimana menahan diri dapat menjadi bekal untuk meraih kemenangan yang utuh.

“Yaitu tidak menularkan COVID-19 yang besar kemungkinan terjadi jika melakukan silaturahmi fisik pada Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya. (R007/Moris)

BACA JUGA: Warga Diminta Tak Paksakan Diri Naik KRL Jabodetabek, Ini Jadwal Bus Gratis yang Disiapkan

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Sudah Ada 2 Kematian, Kasus Demam Berdarah di Sumedang Tinggi di 3 Kecamatan

SUMEDANG, ruber.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mencatat 2 kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Sejak Januari-April...

Jadi Zona Biru Corona, Bupati Sumedang Puji para Camat

SUMEDANG, ruber.id - Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir memuji kinerja 26 camat se Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Bupati...

Minggu Pagi, Rumah Jompo di Sumedang Utara Ludes Terbakar

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Rumah milik jompo di Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang ludes terbakar, Minggu (31/5/2020) pagi sekitar jam 09.30 WIB.

Dua Korban Tenggelam di Pantai Dadap Indramayu Ditemukan

INDRAMAYU, ruber.id - Dua korban yang hilang terseret arus di Pantai Dadap, Indramayu, Jawa Barat ditemukan meninggal dunia, Sabtu (31/5/2020) malam.

Warga Cilacap Ditemukan Tewas di Pantai Karang Tirta Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id - Tim SAR gabungan menemukan Sabar, 25, di Pantai Karang Tirta, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (30/5/2020) malam jam 19.30 WIB.