Wednesday, 8 Jul 2020

Sosialisasi KMA 492/2020, Kemenag Pangandaran Serahkan Dokumen Paspor ke Calon Jamaah Haji

Baca Juga

Kasus ODP di Garut Bertambah 5, Total Meninggal Dunia 29 Orang

GARUT, ruber.id - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Garut kembali melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pelaku perjanalan, Minggu (17/5/2020).

Dikira Pasar, Rumah Milik Aris di Talun Sumedang Ludes Terbakar

Tonton video kebakaran rumah Aris di Talun Sumedang, klik foto/gambar di atas. Dikira Pasar, Rumah Milik Aris di Talun Sumedang Ludes Terbakar SUMEDANG, ruber.id -- Sebuah...

Pemilihan Kepala Dusun Sindangkarsa Kabupaten Tasikmalaya Sepi Peminat, Ini Penyebabnya

TASIKMALAYA, ruber.id - Pemilihan Kepala Dusun Sindangkarsa, Desa Rajadatu, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya sepi peminat. Seharusnya, tanggal 20 Juni...

Preview Arema FC vs Persib: Misi Sulit Rebut Poin Penuh di Kandang Singo Edan

ruberSPORT -- Setelah menyerah 0-2 dari Bali United, Persib Bandung bakal kembali melakoni laga sulit. Bertandang ke kandang Arema FC, Persib Bandung bakal menjalani laga...

PANGANDARAN, ruber.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyosialisasikan Keputusan Menteri Agama Nomor 494/2020 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441 Hijriyah.

Selain menyosialisasikan KMA Nomor 494/2020, Kemenag Pangandaran menyerahkan dokumen paspor kepada para calon jamaah haji tahun 2020.

Kepala Kemenag Pangandaran Cece Hidayat mengatakan, para calon jamaah haji yang batal berangkat (2020) akan diundang kembali pada awal tahun 2021.

“Sekarang kami serahkan dulu paspornya, barangkali mau digunakan untuk keperluan pribadi mereka,” kata Cece di Gedung Islamic Center Pangandaran, Kamis (25/6/2020).

Cece menuturkan, Kemenag menyampaikan langsung kepada calon jamaah haji soal pembatalan keberangkatan ke tanah suci dalam situasi pandemi Corona ini.

“Kami sengaja sosialisasikan ke setiap kecamatan, kalau diumumkan lewat media sosial (medsos) malah suka ada yang nyinyir,” tuturnya.

Bagi calon jamaah yang hendak mengambil uang tabungan hajinya, kata Cece, cukup dengan menunjukkan beberapa persyaratan.

Di antaranya Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH), KTP, fotocopy Kartu Keluaraga (KK) dan nomor rekening.

“Insya Alloh dalam 10 hari setelah pengajuan, uang tabungan haji bisa masuk di rekening,” ujarnya.

Meski begitu, kata Cece, uang tabungan pokoknya tidak diperbolehkan untuk diambil.

“Kalau itu diambil jelas dianggap batal, harus dari awal lagi. Sayang kan sudah nunggu lama tahunan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menambahkan, niat warganya untuk melaksanakan ibadah haji sangat besar.

“Dilihat dari waiting list-nya mereka nunggu 19 hingga 20 tahun-an, kan sangat luar biasa,” tambahnya. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: Terimbas Corona, 386 Calon Jemaah Haji di Pangandaran Gagal Berangkat

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Alokasi Anggaran COVID-19 Masih Tak Jelas, Janji Walikota Tasikmalaya Dipertanyakan

TASIKMALAYA, ruber.id - Janji Walikota Tasikmalaya Budi Budiman untuk transparan terkait alokasi anggaran COVID-19 hingga kini tak jelas...

Konvoi 50 Bus ke Pangandaran, Cara IPOBA Bangkitkan Dunia Pariwisata

PANGANDARAN, ruber.id - Selasa (7/7/2020), puluhan bus pariwisata dari berbagai perusahaan otobus (PO) memasuki objek wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Kasus Bayi yang Dikubur di Indekos di Purworejo Terungkap, Ini Penjelasannya

PURWOREJO, ruber.id - Kasus penemuan mayat bayi yang dikubur di halaman belakang indekos di Kelurahan Sindurjan, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Mei...

Kronologi Truk Batu Bara Masuk Jurang di Ciherang Sumedang

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Truk batu bara bernomor polisi D 9057 BA masuk jurang dan nyaris menimpa rumah di Jalan Raya Cirebon-...

BPBD Jawa Barat Kunjungi Kantor SAR Bandung, Ini yang Dibahas

SUMEDANG, ruber.id - Sebagai sesama instansi pemerintahan, Basarnas dan BPBD memiliki irisan dalam menjalankan tugas dan fungsinya di wilayah kebencanaan.