NEWS, ruber.id – Pemkab Sumedang berkomitmen untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi sebagai bagian dari prioritas utama pembangunan daerah yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menyampaikan, dalam beberapa tahun terakhir tren penurunan mulai terlihat.
Berdasarkan data tiga tahun terakhir, angka kematian ibu turun dari 22 kasus menjadi 21 kasus.
Lalu, menurun cukup signifikan hingga 14 kasus pada tahun 2025.
Sementara itu, angka kematian bayi sempat meningkat dari 196 kasus menjadi 202 kasus, sebelum akhirnya kembali menurun menjadi 173 kasus.
Kasus kematian ibu dan bayi di Sumedang jadi persoalan serius
Menurutnya, capaian tersebut belum menjadi titik akhir. Melainkan, harus dijadikan pemacu untuk bekerja lebih maksimal.
Dony menegaskan, setiap kasus kematian ibu dan bayi merupakan persoalan serius yang harus dicegah.
“Ini bukan akhir dari upaya kita. Justru harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras dan lebih terarah,” ujarnya. Saat memberikan arahan dalam kegiatan penggerakan penurunan kematian ibu dan bayi di Gedung Negara Sumedang, Kamis (30/4/2026).
Dony menekankan, tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya, tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Saat ini, IPM Kabupaten Sumedang berada di angka 75,5 poin.
Angka tersebut, menempatkan Sumedang di posisi ketiga di antara kabupaten di Provinsi Jawa Barat.
Dony menjelaskan, IPM dibentuk oleh tiga komponen utama. Yaitu pendidikan, kesehatan, dan daya beli ekonomi.
Khusus pada sektor kesehatan, indikator penting yang menjadi perhatian meliputi angka harapan hidup, angka kematian ibu, serta angka kematian balita.
Dony menekankan, pentingnya penggunaan data yang akurat dalam pengambilan kebijakan.
Evaluasi data tahun 2025, harus menjadi dasar untuk merumuskan langkah strategis dalam menekan angka kematian ibu dan balita di tahun berjalan.
“Prinsipnya adalah data yang baik akan menghasilkan keputusan yang tepat, dan pada akhirnya memberikan hasil yang optimal,” jelasnya.
Dony juga mengingatkan, forum yang digelar tidak sekadar menjadi ajang diskusi. Tetapi, harus melahirkan komitmen bersama yang ditindaklanjuti melalui langkah konkret dan terukur di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi sangat bergantung pada keseriusan, konsistensi, dan kolaborasi seluruh pihak terkait.
Pemerintah daerah, akan terus mendorong dan mengawal berbagai program yang telah dirancang.
Namun, keberhasilan akhir tetap ditentukan oleh kerja nyata seluruh pemangku kepentingan.
“Setiap ibu dan bayi berhak mendapatkan keselamatan dan pelayanan terbaik. Kita harus memastikan tidak ada lagi nyawa yang hilang akibat hal-hal yang sebenarnya bisa dicegah,” ucap Dony. ***






