NEWS, ruber.id – Sebanyak 54 pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA dari berbagai wilayah terpilih mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sumedang tahun 2026.
Kegiatan pemusatan pendidikan dan pelatihan tersebut, berlangsung selama 10 hari mulai 9-18 Agustus 2026.
Di mana, salah satu rangkaian pembekalan dilaksanakan di Asrama Haji Islamic Center Sumedang.
Bupati Sumedang: Paskibraka harus jadi sekolah kehidupan
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir turut memberikan pembekalan kepada para calon Paskibraka, pada Minggu (9/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Dony menekankan, menjadi anggota Paskibraka bukan semata-mata tentang kemampuan baris-berbaris dan menjalankan tugas pengibaran bendera.
Menurut Dony, proses pendidikan Paskibraka memiliki nilai yang jauh lebih besar karena menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Para peserta ditempa agar memiliki kedisiplinan, mental yang kuat, rasa tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta jiwa kepemimpinan.
“Menjadi Paskibraka, bukan sekadar kemampuan baris-berbaris ataupun menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih.”
“Lebih dari itu, pendidikan dan pelatihan Paskibraka merupakan proses pembentukan mental, karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab,” ujar Dony.
Dony menyebutkan, kesempatan menjadi Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah.
Sebab, para peserta tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga. Tetapi juga, menjadi bagian dari generasi muda yang membawa nama baik Kabupaten Sumedang.
Dony mengapresiasi, perjuangan para peserta yang telah melewati tahapan seleksi hingga akhirnya terpilih mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan.
“Kalian telah bekerja keras dan menjadi kebanggaan orang tua. Saya yakin orang tua kalian tersenyum dan bahagia melihat anak-anaknya mendapatkan kesempatan dan amanah ini,” katanya.
Dony mengingatkan, kesempatan menjadi Paskibraka tidak diperoleh oleh semua pelajar.
Oleh karena itu, pengalaman tersebut harus dimanfaatkan untuk membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik, berprestasi, memiliki akhlak, dan mampu memberikan kebanggaan bagi keluarga.
“Tidak semua siswa mendapatkan kesempatan seperti ini. Jadikan kesempatan ini untuk terus bekerja keras, membangun akhlak, meraih prestasi, menjadi anak yang membanggakan, dan membahagiakan orang tua,” tutur Dony.
Dony meminta, para peserta memandang pendidikan dan pelatihan Paskibraka sebagai “sekolah kehidupan”.
Menurutnya, berbagai nilai yang diperoleh selama menjalani pelatihan akan menjadi bekal penting bagi peserta ketika memasuki kehidupan bermasyarakat.
Di lingkungan Paskibraka, para peserta belajar mengenai kepemimpinan, keteladanan, kerja sama, disiplin, serta tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut, kata Dony, penting untuk membangun generasi muda yang memiliki kesiapan mengambil peran di masa depan.
“Jadikan kegiatan ini sebagai sekolah kehidupan. Di sini kalian dilatih kepemimpinan, keteladanan, kerja sama dan kedisiplinan.”
“Nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal penting dalam menghadapi kehidupan di masa depan,” ucapnya.
Dony juga berharap, pengalaman yang diperoleh selama menjadi Paskibraka tidak berhenti setelah rangkaian upacara peringatan kemerdekaan selesai.
Ia ingin nilai-nilai yang telah ditanamkan selama pelatihan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Sumedang butuh generasi muda berkarakter kuat
Menurutnya, Sumedang membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan memimpin.
Seorang pemimpin masa depan, kata Dony, harus mampu berkomunikasi dengan baik, membangun kepercayaan, memotivasi orang lain, bersikap terbuka dan demokratis, serta menjunjung tinggi kejujuran dan amanah.
“Paskibraka ini menjadi salah satu proses untuk menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan. Jadilah pemimpin yang mampu meyakinkan orang lain, berkomunikasi dengan baik, demokratis, mampu memotivasi, terbuka, jujur dan amanah,” ucapnya.***






