Jalan Haurpapak Surian Tiga Kali Ambles, Pemkab Sumedang Siapkan Trase Baru

Jalan Haurpapak Surian Sumedang Tiga Kali Ambles
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir. Foto: Humas Pemkab Sumedang

NEWS, ruber.id – Persoalan kerusakan infrastruktur jalan di Blok Haurpapak, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang, belum menemukan solusi permanen.

Ruas jalan tersebut, tercatat sudah tiga kali mendapat perbaikan. Namun, kembali mengalami ambles akibat kondisi tanah yang terus bergerak.

Pemkab Sumedang siapkan trase baru di Haurpapak Surian

Menghadapi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang memilih menyiapkan langkah jangka panjang.

Salah satunya, dengan merelokasi trase jalan ke lahan milik Perhutani.

Tujuannya, agar jalur tidak lagi melewati kawasan yang memiliki kondisi geologis labil.

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengatakan, kerusakan jalan di Blok Haurpapak bukan semata-mata disebabkan kualitas konstruksi. Melainkan, dipengaruhi pergerakan tanah di kawasan tersebut.

Menurut Dony, setiap kali badan jalan diperbaiki, pergeseran tanah kembali membuat konstruksi mengalami perubahan posisi hingga akhirnya ambles.

“Sudah tiga kali, kami melakukan perbaikan dengan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, karena kondisi tanahnya labil dan terus bergerak, badan jalan kembali bergeser dan amblas,” kata Dony, Sabtu (8/8/2026).

Baca juga:  Hari Buruh di Sumedang Diperingati dengan Bazar Ramadan

Kondisi itu, kata Dony, membuat pemerintah tidak bisa terus menggunakan pola penanganan yang sama.

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, pembangunan kembali pada trase lama berisiko mengalami kerusakan serupa.

“Kalau tetap dibangun di lokasi yang sama, potensi amblas akan terus terjadi karena faktor pergerakan tanah. Karena itu, solusinya adalah memindahkan trase,” ujarnya.

Kini, Pemkab Sumedang mengupayakan penggunaan lahan Perhutani sebagai jalur baru Jalan Haurpapak.

Untuk merealisasikannya, pemerintah daerah telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Kehutanan.

Dony menyebutkan, proses pengajuan tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, bahkan lebih dari satu tahun.

Pemkab Sumedang, kembali melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong agar proses penggunaan lahan tersebut segera mendapatkan kepastian.

Baca juga:  Rekomendasi Wisata di Pesisir Waduk Jatigede Sumedang, Cocok Buat Liburan Akhir Tahun

“Pengajuan sudah lebih dari satu tahun. Kami juga kembali datang ke kementerian untuk memperkuat dan menyampaikan kembali rencana penggunaan trase baru. Saat ini, kami masih menunggu prosesnya,” jelasnya.

Penanganan sementara

Meski tengah menunggu kepastian trase baru, Pemkab Sumedang memastikan penanganan terhadap jalan yang rusak tetap dilakukan.

Perbaikan sementara, akan terus dilakukan pada titik-titik yang mengalami amblas demi menjaga akses masyarakat tetap aman dan nyaman.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Sambil menunggu proses trase baru, bagian yang amblas akan kami tangani terlebih dahulu agar masyarakat tetap bisa menggunakan jalan dengan aman dan nyaman,” tegas Dony.

Untuk mendukung rencana relokasi tersebut, Pemkab Sumedang juga telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai acuan teknis pembangunan jalur baru.

Baca juga:  BUMDes Legok Kaler Sumedang Salurkan Bantuan untuk Penanggulangan Corona

Menurut Dony, pemindahan trase diharapkan menjadi solusi permanen sekaligus menghindari pemborosan anggaran akibat perbaikan berulang di lokasi yang sama.

“DED untuk pemindahan trase sudah kami siapkan. Rencananya juga akan kami masukkan dalam anggaran perubahan. Insya Allah, tahun depan penanganan permanennya bisa diselesaikan melalui jalur baru,” katanya.

Dony berharap, rekomendasi dan izin penggunaan lahan dari Kementerian Kehutanan dapat segera diterbitkan.

Dengan demikian, proses pembangunan trase baru Jalan Haurpapak bisa segera dilaksanakan.

Ia menegaskan, keselamatan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Kami berharap kementerian segera memberikan rekomendasi. Persoalan ini harus diselesaikan secara permanen karena yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Kami tidak ingin kondisi jalan yang terus amblas kemudian menimbulkan kecelakaan,” ucapnya.***