NEWS, ruber.id – Masyarakat Kota Tasikmalaya disuguhi pertunjukan teater rakyat Longser bertajuk Tamu Agung yang berlangsung di Lapangan Balai Kota Tasikmalaya, Sabtu (11/7/2026) malam.
Pementasan yang dimulai pukul 19.30 WIB itu, menjadi tontonan menarik bagi warga dengan menghadirkan perpaduan komedi, satire, dan kritik sosial yang dikemas secara menghibur.
Pertunjukan tersebut, secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara.
Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menunjukkan, antusiasme yang tinggi terhadap seni pertunjukan tradisional yang masih mampu memikat perhatian publik.
Longser Tamu Agung sajikan komedi satire sarat kritik sosial
Longser Tamu Agung merupakan adaptasi dari naskah drama klasik Revizor karya sastrawan Rusia, Nikolai Gogol.
Naskah yang secara harfiah berarti Inspektur Jenderal itu, telah diterjemahkan sekaligus diadaptasi ke dalam budaya lokal Sunda.
Sehingga, menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Melalui sentuhan lokal tersebut, pertunjukan tidak hanya mempertahankan pesan utama dari karya aslinya. Tetapi juga, menyajikan kisah yang relevan dengan berbagai fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Berbagai adegan humor dan dialog satir berhasil mengundang gelak tawa penonton, sekaligus menyampaikan kritik terhadap persoalan sosial secara cerdas.
Deretan seniman teater Kota Tasikmalaya, tampil memukau dalam membawakan setiap karakter.
Kemampuan para pemain menghidupkan cerita membuat penonton larut dalam alur yang ringan, namun sarat makna.
Keberhasilan pementasan ini, tidak lepas dari tangan dingin sutradara Pongkir Wijaya yang merancang konsep pertunjukan dengan memadukan unsur tradisional dan pesan-pesan sosial.
Menurutnya, Longser Tamu Agung diharapkan tidak hanya menjadi hiburan. Tetapi juga, mampu memberikan edukasi dan mengajak masyarakat untuk merefleksikan kehidupan bermasyarakat.
“Melalui pertunjukan Longser Tamu Agung, kami berharap masyarakat semakin mencintai seni teater sebagai media hiburan, pendidikan. Sekaligus, sarana penyampaian kritik sosial yang dikemas secara kreatif dan menghibur,” ujar Pongkir.
Daya tarik lain dalam pementasan ini adalah kehadiran aktor senior seni Sunda Jawa Barat, Ki Daus, sebagai bintang tamu.
Penampilannya, menambah semarak pertunjukan sekaligus menghadirkan nuansa khas yang mendapat sambutan hangat dari para penonton.
Pongkir menegaskan, Longser Tamu Agung tidak sekadar menjadi sajian hiburan. Tetapi, ruang refleksi yang mengajak masyarakat melihat berbagai persoalan sosial melalui pendekatan teater rakyat.
Dengan cara tersebut, seni pertunjukan tradisional diharapkan tetap hidup, berkembang, dan terus menjadi media penyampai pesan yang relevan bagi masyarakat modern. ***






