Film Langit Tetap Sama Karya Kreator Tunanetra Siap Tayang Perdana di Tasikmalaya

Film Langit Tetap Sama Karya Kreator Tunanetra Siap Tayang Perdana di Tasikmalaya
Foto: Istimewa/ruber.id

NEWS, ruber.id – Dunia seni inklusif Indonesia kembali menorehkan langkah penting melalui hadirnya film berjudul Langit Tetap Sama.

Sebuah karya, yang diproduksi dan digarap langsung oleh para kreator penyandang disabilitas netra.

Film tersebut, dijadwalkan menggelar gala premiere di Gedung Creative Center Kompleks Dadaha, Kota Tasikmalaya, pada Minggu, 14 Juni 2026.

Film ini, lahir dari kolaborasi Majelis Taklim Tunanetra Al Hikmah Kota Tasikmalaya bersama komunitas Sahabat Mata.

Keistimewaan karya ini, terletak pada proses kreatifnya yang melibatkan penyandang tunanetra sebagai penulis naskah sekaligus sutradara.

Sehingga, menghadirkan sudut pandang yang lebih autentik dan dekat dengan realitas kehidupan disabilitas.

“Langit Tetap Sama” mengangkat kisah perjalanan seorang penyandang tunanetra dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, dan proses menerima diri.

Baca juga:  Pandemi Covid-19 Tak Kunjung Berakhir, Ini Keluh Kesah Buruh Pabrik dan Pengusaha Tasikmalaya

Selain itu, perjuangan melawan stigma yang masih kerap ditemui di tengah masyarakat.

Cerita tersebut, diperkuat melalui kolaborasi antara pemeran disabilitas dan nondisabilitas yang tampil dalam satu ruang kreatif yang setara.

Lebih dari sekadar karya sinema, film ini menjadi bagian dari upaya mendorong kesetaraan akses dan kesempatan di industri kreatif.

Kehadirannya menegaskan, ruang berkarya harus terbuka bagi semua kalangan tanpa membedakan kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki seseorang.

Ketua Penyelenggara Gala Premiere dari Paguyuban Pegiat Disabilitas Kota Tasikmalaya (Papeditas), Harniwan Obech berharap, film tersebut dapat menjadi sarana edukasi.

Selain itu, meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menghargai keberagaman.

“Disabilitas, bukanlah kekurangan yang harus dikasihani. Melainkan, bagian dari keberagaman manusia yang harus dihargai dan dihormati,” ujar Harniwan.

Baca juga:  Penemuan Jasad Pria Bertato Bunga Hebohkan Warga Pasar Cikurubuk Tasikmalaya

Alasan film Langit Tetap Sama tayang perdana di Tasikmalaya

Harniwan menyebutkan, pemilihan Kota Tasikmalaya sebagai lokasi pemutaran perdana juga dinilai memiliki makna tersendiri.

Kota ini, dikenal memiliki berbagai gerakan sosial berbasis komunitas yang aktif memperjuangkan isu-isu inklusi.

Berdasarkan data Dinas Sosial setempat, terdapat sekitar 2.200 penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan dan perhatian berkelanjutan.

Melalui gala premiere film Langit Tetap Sama, masyarakat diajak untuk tidak hanya menikmati sebuah karya film.

“Tetapi juga, membangun pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya kesetaraan, penghormatan terhadap perbedaan, serta terciptanya lingkungan yang ramah dan inklusif bagi semua,” ucap Harniwan. ***