NEWS, ruber.id – Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi Pemerintah Kota Bandung dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah potensi berkurangnya transfer keuangan dari pemerintah pusat ke daerah.
Menurut Asep, kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi Pemkot Bandung untuk menggali berbagai sumber pendapatan baru yang selama ini belum dimaksimalkan.
Dorong Kreativitas PAD
Ia menilai, sejumlah sektor masih memiliki peluang besar untuk menopang PAD Kota Bandung.
“Retribusi parkir masih memiliki harapan besar. Selain itu, sektor pariwisata, termasuk restoran, juga menyimpan potensi yang bisa dioptimalkan lebih maksimal,” ujarnya.
Terkait capaian PAD tahun anggaran 2026, Asep mengaku belum dapat memberikan penilaian secara menyeluruh.
Hal itu, karena pelaksanaan anggaran masih berjalan pada semester pertama.
“Sekarang belum bisa terukur karena masih semester satu. Nanti kita lihat perkembangannya di semester dua,” katanya.
Dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah, Asep juga menegaskan agar rekomendasi yang disampaikan DPRD tidak berhenti sebatas catatan evaluasi.
Ia berharap, seluruh hasil pembahasan dapat diakomodasi ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
Menurutnya, pembahasan LKPJ dilakukan secara intensif agar rekomendasi DPRD benar-benar menjadi dasar pelaksanaan program pembangunan pada tahun berikutnya.
“Sayang kalau rekomendasi yang sudah disusun dengan berbagai harapan tidak masuk dalam perencanaan 2027. Karena itu, pembahasan dilakukan serius agar hasil LKPJ bisa menjadi jembatan untuk dieksekusi pada tahun mendatang,” tegasnya.
Selain menyoroti peningkatan PAD, Asep turut memberikan perhatian kepada jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Ia meminta, BUMD mampu membaca peluang usaha sekaligus memahami berbagai persoalan yang menjadi hambatan pengembangan perusahaan daerah.
“BUMD harus mampu membaca situasi, memahami sumber masalah, dan menentukan arah ke depan,” ucapnya.
Dalam konteks misi pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan dan pengelolaan aset, DPRD juga mendorong optimalisasi aset milik pemerintah daerah.
Asep menilai, langkah tersebut perlu dibarengi inovasi peningkatan pendapatan serta efisiensi penggunaan anggaran.
Meski demikian, ia mengingatkan agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah tetap berpihak kepada masyarakat dan tidak menimbulkan beban baru bagi warga.
“Pemerintah harus mampu mengoptimalkan aset, meningkatkan pendapatan secara kreatif dan inovatif, serta melakukan efisiensi. Namun yang paling penting, jangan sampai kebijakan itu justru mengorbankan masyarakat,” ucapnya. ***






