17.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Banjir Kota Depok, Kerugian Capai Rp9 Miliar

KOTA DEPOK, ruber.id — Pemkot Depok, Jawa Barat belum menghitung total kerugian yang dialami korban bencana banjir yang menimpa sejumlah wilayah.

Namun, berdasarkan data sementara, penghitungan kerugian baru sebagian atau sekitar 50%-70%, atau senilai Rp9 miliar.

BACA JUGA: Banjir dan Longsor di Kota Depok di Luar Dugaan, Pemerintah Tambah Anggaran Pengawasan Setu

Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad mengatakan, total kerugian itu terhitung per 6 Januari 2020.

“Ini yang sudah kami hitung, belum keseluruhan,” kata Idris di gedung DPRD Kota Depok, Senin kemarin.

Penghitungan angka kerugian tersebut, kata Idris, tertunda akibat masih banyak hal yang lebih penting.

Seperti mengevaluasi dan menangani korban-korban banjir secara menyeluruh.

BACA JUGA:  Dipicu Sifat Kekanak-kanakan, Pelaku Kejahatan Jalanan di Kota Depok Didominasi Remaja
BACA JUGA:  Tebing SDN Citali Pamulihan Sumedang Ambruk, Sawah Terendam Banjir

Pemkot Depok ingin penyelesaian masalah banjir ini dilakukan secara komprehensif. Mulai dari masalah saluran air, Inlet, outlet, pelanggaran, dan sebagainya.

Sehingga, Idris meminta waktu untuk fokus mengurus seluruh korban banjir.

Sebab, kata Idris, tak hanya urusan logistik saja tetapi juga sarana prasarananya.

Idris menjelaskan, untuk jumlah korban yang terdampak banjir diperkirakan mencapai ratusan jiwa dan tersebar di 87 titik bencana.

Tiap wilayah ada posko-posko dan tiap kelurahan sudah diperintahkan untuk menjaga mereka secara bergiliran.

Sementara itu, lanjut Idris, terkait dana yang digelontorkan bagi para korban berasal dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) yang telah disediakan Pemkot Depok senilai Rp20 miliar.

Ke depan, untuk dampak bencana akan diajukan kembali dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

BACA JUGA:  Hujan di Kahatex: Banjir Lagi Macet Lagi, Ini Salah Siapa? Pak Jokowi Tolong!
BACA JUGA:  Dikunjungi Kemenkes RI, Pemkot Depok Nyatakan KLB untuk Kasus Hepatitis A

Itu bisa lebih besar lagi, makanya kami minta bantuan lagi lewat SK Gubernur tentang darurat bencana ini (yang belum dikeluarkan).

Idris menambahkan, terkait kesehatan korban bencana juga menjadi prioritas utama.

Di mana, seluruh kebutuhan kesehatan akan diselesaikan, khususnya dari sisi fisik dan traumatik kejiwaan anak-anak.

“Trauma healing, itu pasti akan kami berikan,” sebutnya. (R007/moris)

Baca berita lainnya: Polresta Depok Temukan Paket Ganja 51 Kg dan Sabu Siap Edar saat Evakuasi Korban Banjir

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles