Selasa, 11 Agu 2020

Warga Terdampak Proyek Tol Cigatas Pertanyakan Penlok yang Diduga Diperjualbelikan Padahal Belum Disahkan

Baca Juga

Tiga Korban Tertimbun Longsor di Bogor Belum Ditemukan, Tim SAR Perpanjang Waktu Pencarian

Tiga Korban Tertimbun Longsor di Bogor Belum Ditemukan, Tim SAR Perpanjang Waktu Pencarian BOGOR, ruber.id -- Hingga seminggu pencarian, tiga korban tertimbun longsor di Kabupaten...

Melalui Seminar, KKN STAINU Tasikmalaya Bantu Kembangkan Diniyah Takmiliyah di Desa

TASIKMALAYA, ruber -- Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Tasikmalaya mengadakan seminar sehari. BACA JUGA: 4 Siswa Shizouka Gakuin...

Tusuk Kepala Tetangga, Pemuda asal Sukasari Sumedang Ini Terpaksa Dipasung

SUMEDANG, ruber.id -- Yusdik, 30, pemuda asal Dusun Manglayang RT 01/01, Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang terpaksa harus dipasung pihak keluarga. Yusdik, diketahui mengalami...

Jemur Kopi Dengan Cara Green House, Gugi: Rasanya Tak Bau Apek

PANGANDARAN, ruber.id - Salah seorang petani kopi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat Gugi Samugya perlakukan pengolahan kopi dengan cara penjemuran green house.

TASIKMALAYA, ruber.id – Dadi Abi Darda, salah satu warga terdampak proyek jalan tol Cigatas mempertanyakan mengenai penetapan lokasi (penlok) yang diduga diperjualbelikan.

Padahal menurut Dadi yang juga ditunjuk sebagai perwakilan daerah yang akan membahas analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) di Jakarta terkait proyek tol tersebut, penloknya belum disahkan.

“Penlok itu belum disahkan. Hari ini (kemarin) konsultan yang ditunjuk pemerintah, yaitu konsultan terkait persoalan Amdal dan yang ditunjuk Jasa Marga baru hanya melakukan konsultasi publik,” jelasnya saat diwawancarai di salah satu kedai kopi di pusat Kota Tasikmalaya, Senin (15/6/2020).

Dadi mengungkapkan bahwa amdal belum dibahas secara menyeluruh. Sementara, penlok sendiri lahir manakala Amdal sudah selesai.

“Karena dasar adanya penlok adalah amdal. Memang sempat terkendala COVID-19. Sekarang konsultasi publik mulai berjalan lagi.”

“Hari tadi konsultasi publik di Garut, kemarin di Bandung. Konsultasi publik juga dilakukan di Tamansari Kota Tasikmalaya beberapa bulan lalu,” bebernya.

BACA JUGA: 1421 Warga Cineam Tasikmalaya Terdampak Corona Memperoleh Banprov Non-DTKS

Namun, Dadi menyayangkan adanya oknum yang diduga memperjualbelikan penlok kepada para makelar tanah sampai jutaan rupiah.

“Penlok belum disahkan tapi di lapangan sudah banyak oknum yang seolah-olah sudah memiliki data penlok yang sah.”

“Saya bukan sudah investigasi lagi terkait masalah jual beli penlok, tapi pernah memanggil orang. Bahkan di penlok itu sudah bukan peta lagi tapi sudah by name by adress.”

Oleh karena itu, Dadi mempertanyakan kepada pemerintah provinsi maupun pusat, siapa yang membocorkan penlok lahan proyek tol ini.

“Karena ini akan menjadi bumerang untuk pembangunan tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasik) itu sendiri,” tandasnya.

Abi juga menghimbau pada semua masyarakat agar berhati-hati.

“Jangan sampai kena tipu karena di lapangan sudah banyak oknum yang seolah-olah memiliki data penlok proyek tol Cigatas,” imbaunya.

Sementara saat dikonfirmasi, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Tasikmalaya Sandi Lesmana mengatakan bahwa untuk penlok merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

“Saat ini kita baru diundang konsultasi publik amdal. Belum ada undangan untuk pembahasan penlok,” jelasnya. (R020/Indra)

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Guru asal Situraja Positif Corona Ikut Rapat, 10 Pegawai Disparbudpora Sumedang Isolasi Mandiri

SUMEDANG, ruber.id - Seorang guru di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat positif corona. Guru yang juga panitia hajat...

Rancangan KUPA-PPAS Disetujui Enam Fraksi di DPRD Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id - Sebanyak enam fraksi di DPRD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyetujui dan menerima penjelasan bupati. Hal itu terkait rancangan Kebijakan...

Bocah Tenggelam di Muara Ciasem Subang Ditemukan

SUBANG, ruber.id - Indra, 9, bocah yang tenggelam saat berenang di Kali Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat ditemukan, Minggu (9/8/2020) malam...

Disulap Jadi Camping Groud, Perkebunan Teh Margawindu Sumedang Makin Ramai Dikunjungi

SUMEDANG, ruber.id - Perkebunan teh Margawindu di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mendadak ramai dikunjungi para pecinta alam,...

Bocah asal Subang Hilang di Kali Muara Ciasem

SUBANG, ruber.id - Indra, bocah umur 9, hilag tenggelam di Kali Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (9/8/2020) sekitar jam 14.00...