Volodomyr Zelensky Ngotot Ingin Ketemu Putin

Volodomyr Zelensky Ngotot Ingin Ketemu Putin
Foto Screenshoot video Facebook Volodomyr Zelensky.

BERITA INTERNASIONAL, ruber.id – Perang tak kunjung usai, Presiden Ukraina Volodomyr Zelensky kini ngotot ingin bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Zelensky mengatakan, ingin membicarakan atas tawaran perjanjian damai baru.

Termasuk, membahas mengenai wilayah yang disengketakan Rusia serta kemungkinan digelarnya referendum atas wilayah tersebut termasuk Donetsk dan Luhansk.

Zelensky Siap Lahir Batin Ketemu Putin

Kepada media Ukraina, Zelensky mengatakan kesiapan lahir batin bertemu dengan Putin apa pun caranya.

Dipastikan oleh Zelensky, agenda pertama yang dibahas yakni mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 24 Februari dan memporak-porandakan sebagian besar wilayah Ukraina.

Selain pembahasan gencatan senjata, Zelensky juga akan membahas mengenai status negara bagian.

Baca juga:  Amerika China Kian Memanas

Seperti Krimea yang diklaim Rusia sebagai wilayahnya, serta wilayah lain di Donbas yang mendapatkan dukungan dari Kremlin untuk merdeka.

“Saya sangat ingin masalah ini dibahas dengan lengkap, tidak akan melewatkan apa pun,” ujar Zelensky seperti dikutip dari Reuters.

Rusia memang telah mengumumkan, jika Krimea menjadi bagian wilayahnya.

Presiden Vladimir Putin juga mengakui kemerdekaan untuk Republik Rakyat Donetsk dan Republik Luhansk yang terletak di Ukraina Timur.

Setelah terpecahnya Uni Soviet, Krimea, Donetsk, dan Luhansk masuk ke wilayah Ukraina.

Namun kini, ketiganya telah mengalami krisis di segala lini dalam satu dekade dan pemerintahan Ukraina belum bisa mengatasi kondisi itu.

Menurut Zelensky, Ukraina siap menjawab setiap keinginan Rusia. Ketika ditanyakan, bisakah menyelesaikan semuanya, Zelensky menggeleng.

Baca juga:  Amerika Sebar Hoax untuk Sudutkan Rusia, Berikut Daftar Kebohongannya

“Tapi setidaknya, sebagian besar bisa menghentikan peperangan sesegera mungkin,” tegas Zelensky.

Tentang pertemuan tersebut, bila memang terjadi dan ada kesepakatan perdamaian, Zelensky menegaskan agar memasukkannya ke referendum jika memang kesepakatan ini mengubah sejarah.

Ia juga berulang kali memberi isyarat bila ketiga wilayah tersebut, bagian dari Ukraina.

Sebelum ungkapan Zelensky yang ingin bertemu Putin dengan cara apa pun, perundingan perdamaian kerap digelar, namun belum mencapai titik kesepakatan.

Perang ini terus mendesak lebih dari 3 juta warga Ukraina eksodus ke tempat yang lebih aman.

Penulis: Ardini Maharani DS/Editor: R003