22.4 C
Indonesia
Selasa, Oktober 26, 2021
BJB KPRBJB KPRBJB KPR

Truk Pasir Terbalik Hantam Mini Bus di Lingkar Gentong, Sekeluarga asal Ciamis Tewas

CIAMIS, ruber — Sekeluarga terdiri dari empat orang tewas akibat mini bus yang ditumpanginya dihantam truk pasir, Jumat (18/1/2019) malam sekitar jam 22.00 WIB.

BACA JUGA: Diduga Lepas dari Pengawasan Orang Tua, Alif Tewas Terlindas Truk

Peristiwa maut ini terjadi di Jalan Raya Tasikmalaya-Bandung, tepatnya dinjalur Lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.

Kronologis kejadian terjadi saat mini bus yang ditumpangi keluarga asal Ciamis ini dihantam truk pasir yang terguling karena tak kuat saat menanjak.

Seketeika empat korban tewas yakni Ajat Sudrajat, 70; Sukayati, 60; Robi Fauzan, 27; dan Herawati, 23.

Korban merupakan warga Lingkungan Desa Kolot (Burlong) RT 05/21, Kelurahan/Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.

Feri, menantu korban mengatakan, kejadian mobil mini bus yang ditumpangi empat korban dihantam truk pasir yang mundur.

Truk pasir itu terguling karena tak kuat menanjak di tanjakan gentong, lalu truk terguling ke sebelah kiri dan menghantam tebing.

“Mobil mini bus tidak bisa menghindar, saat truk mundur posisi mobil yang ditumpangi itu berada di bagian belakang sebelah kiri truk. Lalu dihantam ke kiri kena tebing di tanjakan gentong,” ucapnya ditemui di rumah duka.

Rombongan, kata Feri, bermaksud menempuh perjalanan ke Jakarta untuk silaturahmi keluarga.

Saat berangkat sekitar jam 20.00 WIB menggunakan dua mobil. Mobil yang mengalami kecelakaan berisi empat orang, dan satu mobil berpenumpang 5 orang.

“Kejadiannya malam jam 22.00 WIB, rencana mau ke Jakarta silaturahmi, yang meninggal bapak dan ibu mertua, adik ipar dan isterinya,” katanya.

Rencananya, tiga jenazah akan dikebumikan di tempat kelahirannya di wilayah Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Sedangkan jenazah Herawati akan dimakamkan di wilayah Cimaragas, Ciamis.

Menurut informasi, proses evakuasi kecelakaan tersebut cukup lama. Setelah berhasil dievakuasi, 4 korban dibawa ke rumah sakit di Tasikmalaya.

Lalu dibawa ke rumah duka menggunakan empat ambulance di Burlong, Ciamis, Jawa Barat. Setelah itu dibawa ke Padaherang dan Cimaragas untuk dimakamkan.

Feri mengaku, tidak memiliki firasat atas kejadian itu, namun istri Feri sempat berkomunikasi dengan korban Robi yang mengatakan cuti dari pekerjaannya masih lama. Padahal hari ini, seharusnya bekerja.

“Setelah kejadian mini bus ini, pernyataan Robi cuti masih lama itu ternyata begini kejadiannya. Itu yang bikin kaget saat ini. Bilangnya cuti lama padahal harus kerja,” katanya. dang

loading…


BACA JUGA:  Menurut Ahli Bahasa, Ocehan Ridwan Saidi soal Galuh Bisa Dipidanakan

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles