CIAMIS  

Mitos Situ Lengkong Panjalu Ciamis, dari Harimau Kembar hingga Larangan Warga Sumedang Menikahi Orang Sini

Mitos Situ Lengkong Panjalu Ciamis, dari Harimau Kembar hingga Larangan Warga Sumedang Menikahi Orang Sini
Foto from YouTube Tantycha Ade

BERITA CIAMIS, ruber.id – Situ Lengkong Panjalu, berlokasi di Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Mempunyai luas sekitar 70 hektare, dan merupakan danau terluas di Ciamis.

Situ atau danau ini, merupakan tempat berziarah para wisatawan. Karena, terdapat makam leluhur Prabu Hariang Kancana putra dari Sanghyang Borosngora.

Dan juga, Situ Lengkong Panjalu ini termasuk ke dalam tempat bersejarah. Konon, Kerajaan Soko Galuh Panjalu dibangun di daerah danau tersebut.

Danau itu, terbuat dari tetesan air zam-zam yang dibawa oleh Raja Sanghyang Borosngora, sepulangnya ia dari tanah suci.

Sanghyang Borosngora, merupakan Raja Panjalu Islam pertama, dan mempunyai Museum Bumi alit yang menyimpan berbagai macam peninggalan bersejarah.

Baca juga:  Pasangan Pengantin Unik di Ciamis, Ibu dan 3 Anaknya Gelar Resepsi Bareng

Seperti batu penyucian, batu penobatan, Menhir, serta naskah dan benda-benda peninggalan milik raja dan bupati pada masa lalu.

Tak jarang, ditemukan peziarah yang dari luar daerah, Surabaya, Malang, Jakarta, Madura dan masih banyak lagi datang ke sini.

Situ Lengkong Panjalu, diresmikan pada 17 Maret tahun 2004 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Tak hanya itu, konon banyak mitos yang tersebar dan sudah tidak asing lagi bagi para peziarah.

Situ Lengkong Panjalu Ciamis

Yang pertama, ada mitos yang mengatakan bahwa tempat ini, dijaga oleh sepasang harimau kembar bernama Bombang Larang dan Bombang Kencana.

Dahulu kala, mereka sempat berguru ke orang sakti, dan melanggar aturan karena mandi di tempat suci. Yang akhirnya, mereka dihukum menjadi harimau.

Baca juga:  Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

Mereka berjanji, untuk selalu menjaga dan melestarikan Situ Lengkong Panjalu, dan akan memangsa manusia yang merusak alamnya.

Selanjutnya, masyarakat sekitar sering sekali melihat ular besar dan panjang seperti naga.

Yang mana, dipercaya bahwa naga tersebut merupakan penjaga serta pelindung tempat ini.

Terakhir, ada mitos yang mengatakan bahwa warga Sumedang dilarang menikahi salah satu masyarakat daerah Panjalu.

Karena kondisi cuaca akan cepat berubah, apabila tempat itu didatangi oleh orang dari Sumedang.

Serta akan ada hujan badai, disertai angin dan petir menyambar apabila ia menikahi pasangan di daerah Situ Lengkong Panjalu. Wallahualam.

Itulah beberapa mitos Situ Lengkong Panjalu, di manapun kita berada tetap harus bersikap sopan. Dan tentunya, menghormati adat istiadat serta tradisi yang ada ya.