NEWS, ruber.id – Jaza, bar tempat hiburan malam di Kota Bandung, Jawa Barat bertransformasi menjadi tempat ibadah, masjid.
Ya, bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai tempat hiburan malam itu, kini beralih fungsi menjadi masjid.
Dan kini, Jaza menjadi ruang kreatif dan positif bagi generasi muda melalui kehadiran Masjid Jaza.
Masjid yang mulai beroperasi sejak 10 April 2026 itu, langsung mencuri perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Selain mengusung konsep modern dan nyaman, keberadaan Masjid Jaza dinilai menjadi solusi bagi warga hingga para pekerja di kawasan Trunojoyo.
Di mana, selama ini di kawasan tersebit jarang ditemukan tempat ibadah.
Transformasi unik Jaza di Kota Bandung
Takmir Masjid Jaza, Ari Prianto, mengatakan, perubahan fungsi bangunan tersebut berawal dari inisiatif para pengusaha di kawasan tersebut.
Mereka, ingin menghadirkan fasilitas ibadah yang mudah diakses masyarakat.
“Dulu, tempat ini merupakan bar. Karena di kawasan Trunojoyo cukup minim masjid, akhirnya muncul inisiatif dari para pengusaha untuk menghadirkan tempat ibadah bagi pegawai dan masyarakat sekitar,” ujar Ari, Sabtu, 26 Mei 2026.
Nama “Jaza” sendiri berasal dari ungkapan doa “Jazakallah Khairan Katsiran” yang memiliki arti “Semoga Allah membalas kebaikanmu”.
Meski pembangunan masih terus disempurnakan, Masjid Jaza kini sudah dapat menampung sekitar 150 hingga 200 jemaah di area lantai atas.
Sementara saat salat Jumat, kapasitasnya meningkat hingga 300 sampai 400 jemaah dengan memanfaatkan area bawah bangunan.
Berbeda dari masjid pada umumnya, Masjid Jaza hadir dengan konsep yang dekat dengan gaya hidup anak muda.
Area salat, dilengkapi pendingin ruangan dan televisi.
Sementara, pantry menyediakan kopi dan teh gratis bagi para jemaah.
Hadirkan coffee shop dan food court
Ke depan, pengelola juga berencana menghadirkan coffee shop dan food court di area bawah masjid.
Sebagian hasil usaha tersebut, nantinya untuk operasional dan program wakaf masjid.
“Kami ingin, anak muda menjadikan masjid sebagai tempat berkumpul yang positif.”
“Jadi bukan hanya untuk ibadah, tapi juga ada ruang santai, kajian, dan aktivitas komunitas,” katanya.
Masjid Jaza juga aktif mengadakan berbagai kegiatan kolaboratif bersama komunitas.
Mulai dari kajian keislaman, street run, hingga program sosial bertajuk “Jalur Jaza”.
Program tersebut, menjadi wadah sinergi antara masjid, komunitas, dan pelaku usaha untuk menghadirkan kegiatan sosial.
Seperti Jumat Berkah, dukungan bagi pelaku UMKM, hingga program makan siang gratis untuk jemaah.
Dalam waktu dekat, Masjid Jaza dijadwalkan menggelar acara Muslim Fun Gigs pada 11-14 Juni 2026 yang melibatkan berbagai komunitas serta menghadirkan ustaz nasional dan lokal asal Bandung.
Antusiasme masyarakat terhadap Masjid Jaza disebut terus meningkat.
Bahkan, popularitasnya meluas setelah berbagai unggahan jemaah viral di media sosial dan masuk FYP.
“Pada pekan pertama saja kapasitas area atas sudah tidak cukup untuk salat Jumat. Sampai sekarang pun, selalu ramai dan penuh,” ucap Ari. ***







