29.4 C
Indonesia
Sabtu, September 18, 2021
spot_img

Tari Umbul Kolosal di Waduk Jatigede Sumedang Makan 4 Korban Jiwa, Ini Cerita Sebenarnya

Tari Umbul Kolosal di Waduk Jatigede Sumedang Makan 4 Korban Jiwa, Ini Cerita Sebenarnya

SUMEDANG, ruber.id — Paskaevent Tari Umbul Kolosal di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, beredar sejumlah informasi hoaks

Satu di antara yang paling meresahkan yaitu ulah oknum penyebar hoaks yang menyatakan bahwa ada 4 korban tewas paskagelaran tari umbul tersebut.

Dalam kabar hoaks yang menyebar melalui broadcast WhatsApp dan media sosial lainnya tersebut ada 4 korban, 3 penari dan 1 wartawan.

BACA JUGA: Ratusan Peserta Tari Umbul Kolosal Kesurupan dan Pingsan di Waduk Jatigede

Sekda Sumedang Herman Suryatman menyebutkan, Pemkab Sumedang sangat menyesalkan adanya hoaks yang disebar oknum tidak bertanggungjawab ini.

BACA JUGA:  Festival Kopi Sumedang #2: Bawa Kopi Sumedang Mendunia
BACA JUGA:  Disulap Jadi Camping Groud, Perkebunan Teh Margawindu Sumedang Makin Ramai Dikunjungi

Pihaknya, kata Herman, sangat menyesalkan adanya hoaks yang disebar oknum tidak bertanggungjawab, yang menyatakan ada penari asal Tanjungsari meninggal dunia.

Dalam informasi hoaks yang tersebar itu, kata Herman, juga dibumbui dengan sejumlah foto.

Termasuk foto dirinya yang tengah takziah di kediaman almarhum Ade Boxer, wartawan media lokal di Sumedang yang meninggal dunia, sepulang dari Waduk Jatigede.

Foto itu, kata Herman, diambil saat ia takziah ke rumah duka almarhum Ade Sutarya, yang meninggal dunia di Tomo setelah pulang dari Jatigede.

Herman juga memastikan, seluruh penari yang menjadi peserta Tari Umbul Kolosal di Waduk Jatigede tidak ada yang meninggal dunia.

“Semua penari pulang ke rumah masing-masing dengan selamat. Memang, ada 78 penari yang ditangani posko kesehatan dengan keluhan pusing dan lemes, ada juga beberapa yang pingsan,” ucap Herman.

BACA JUGA:  Dua Petugas Medis di Puskesmas Conggeang dan 2 Perawat RSUD Sumedang Positif Corona
BACA JUGA:  Rapimda KNPI Sumedang Sepakati Pelaksanaan Musda Maret 2019

Herman menjelaskan, dari laporan yang ia terima dari Kepala Dinas Kesehatan Dadang Sulaeman, 78 penari yang pingsan akibat kelelahan, kekurangan asupan makanan atau hypoglikemi, dan kekurangan asupan cairan atau dehidrasi.

Herman berharap, kepada warga agar berhati-hati dalam menyimak media sosial dan broadcast dari WhatsApp.

Herman menambahkan, pastikan terlebih dahulu informasi yang diterima itu akurat dan sumbernya akuntabel. Jangan sampai terpancing ikut menyebarkan kabar hoaks atau tidak benar. luvi

Baca berita lainnya: Tenggelam di Waduk Cirata, Warga Cianjur Ditemukan Tewas

Related Articles

1 KOMENTAR

Comments are closed.

- Advertisement -

Latest Articles