NEWS, ruber.id – Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan memperkuat komitmen menuju kehidupan yang lebih baik.
Ajakan tersebut, Bupati Dony sampaikan saat menghadiri kegiatan doa bersama dan pelepasan peserta Pawai Ta’aruf dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H yang berlangsung di Masjid Agung Sumedang, Selasa (16/6/2026) sore.
Jadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum hijrah dan perbaikan diri
Dalam sambutannya, Dony menegaskan, pergantian tahun dalam kalender hijriah tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial semata.
Menurutnya, momen tersebut menjadi kesempatan berharga bagi setiap individu untuk menilai kembali perjalanan hidup selama setahun terakhir.
Ia mengajak masyarakat untuk secara jujur mengevaluasi diri, melihat berbagai pencapaian kebaikan yang telah dilakukan.
Selain itu, mengidentifikasi kekurangan yang masih perlu diperbaiki.
Kebaikan yang telah terbangun, harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Sementara, berbagai kesalahan dan kekurangan dijadikan pelajaran untuk melangkah lebih baik di masa mendatang.
Bupati Dony juga mengajak warga Sumedang untuk menyambut tahun 1448 Hijriah dengan tekad dan semangat baru.
Ia berharap, tahun ini menjadi titik awal perubahan positif yang diwujudkan melalui rencana aksi dan kerja nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga pola pikir positif serta menggunakan ucapan dan tindakan untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Menurutnya, karakter yang baik lahir dari kebiasaan-kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten.
“Momentum Tahun Baru Hijriah harus menjadi kesempatan untuk memperbarui diri. Memperkuat nilai-nilai kebaikan, dan membangun karakter yang lebih baik demi masa depan yang lebih berkualitas,”ajak Dony.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Dony secara resmi melepas ratusan peserta Pawai Ta’aruf yang memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Rute pawai dimulai dari Masjid Agung Sumedang, melewati Jalan Pangeran Geusan Ulun, Bunderan Alam Sari, kawasan Rancapurut, Taman Endog.
Kemudian, kembali melalui Jalan Pangeran Geusan Ulun dan berakhir di Masjid Agung Sumedang.
Kegiatan tersebut, berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat sebagai wujud syiar Islam.
Selain itu, menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dalam menyambut tahun baru hijriah. ***







