NEWS, ruber.id – Kabupaten Sumedang, menjadi pusat pertemuan ribuan penyuluh agama dari seluruh Jawa Barat dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Harmoni Beragama ke-IV Tahun 2026.
Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 27 kabupaten/kota tersebut, dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sumedang, Dian Sukmara, di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Sabtu (7/11/2026).
Antusiasme peserta, terlihat saat ribuan penyuluh agama mengikuti defile kontingen di halaman PPS.
Masing-masing daerah, menampilkan identitas kontingennya dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.
Sumedang jadi tuan rumah Porseni IV 2026
Dalam sambutannya, Dian Sukmara menyampaikan rasa bangga, sekaligus apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sumedang sebagai penyelenggara Porseni tahun ini.
Menurutnya, Sumedang merupakan daerah keempat yang mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Setelah kegiatan serupa, sebelumnya digelar di Kota Bandung, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Garut.
“Terima kasih atas kepercayaan menjadikan Sumedang sebagai tuan rumah. Ini merupakan sebuah kehormatan dan kesempatan untuk mempererat hubungan serta membangun sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta para penyuluh agama,” ujar Dian.
Ia menegaskan, Porseni tidak semata-mata berorientasi pada perolehan prestasi olahraga dan seni.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat persaudaraan, memperluas silaturahmi, dan membangun solidaritas di antara para penyuluh agama.
Pada pelaksanaannya, peserta akan berkompetisi dalam lima cabang. Yakni catur, tenis meja, bola voli, bulu tangkis, dan paduan suara.
Dian menjelaskan, setiap cabang memiliki nilai positif dalam membangun karakter peserta.
Olahraga mengajarkan kedisiplinan, kekompakan, dan sportivitas, sedangkan seni menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas serta menggali potensi dan bakat.
“Melalui olahraga, peserta didorong untuk menumbuhkan kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas.”
“Sementara melalui seni, para penyuluh memiliki ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengembangkan potensi dan bakat,” katanya.
Dian juga berharap, penyelenggaraan Porsenj di Sumedang memberikan dampak positif bagi promosi daerah.
Kehadiran ribuan peserta dari berbagai wilayah Jawa Barat, menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya, potensi unggulan, serta destinasi wisata Sumedang.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), dan seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi tersebut, dinilai penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, rukun, dan sejahtera.
“Sumedang bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya kompetisi. Tetapi juga, menjadi ruang bertemunya semangat persaudaraan dan pengabdian para penyuluh agama untuk Jawa Barat yang lebih harmonis,” tutur Dian.
Porseni perkuat kebersamaan dan tingkatkan kualitas sumber daya manusia para penyuluh agama
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, menilai Porseni memiliki peran strategis. Terutama, dalam memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia para penyuluh agama.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk membangun komunikasi, berbagi pengalaman, memperluas wawasan, dan memperkokoh organisasi penyuluh agama di Jawa Barat.
Ia berharap, interaksi antarpeserta selama kegiatan berlangsung mampu melahirkan semangat kolaborasi yang lebih kuat dalam menjalankan tugas pembinaan dan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
“Melalui Porseni ini, saya harap bisa membangun kebersamaan, meningkatkan kapasitas, dan memperkuat solidaritas seluruh penyuluh agama.”
“Olahraga dan seni, menjadi media untuk mempererat hubungan, membangun sportivitas.”
“Selain itu, menumbuhkan semangat untuk terus berkembang dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.***






