NEWS, ruber.id – Kabupaten Sumedang kembali membawa nama daerah ke panggung internasional. Kali ini, Sumedang mendapat kesempatan memperkenalkan inovasi dan strategi pembangunan berbasis digital dalam forum WINIT and DIAMOND Symposia 2026 yang berlangsung pada 3-6 November 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Dalam agenda internasional yang mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, serta jejaring profesional dari negara-negara ASEAN dan Korea Selatan tersebut, Kabupaten Sumedang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Sumedang, HJ Tuti Ruswati.
Kehadiran Sumedang, bukan sekadar memenuhi undangan. Tetapi juga, menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai terobosan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem Smart City serta memperkuat pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital.
WINIT 2026 mengusung tema “AI-Layered Smart Civilization for Sustainable Development”.
Pembahasan dalam forum ini, berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), teknologi cerdas, dan transformasi digital. Sebagai instrumen untuk menjawab tantangan pembangunan serta menciptakan kemajuan wilayah yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut, melibatkan Seoul National University (SNU) ASEAN Smart City Professional Program melalui Global R&DB Center, Global Digital Transformation Leadership (GDTL), dan Universitas Mataram.
Pelaksanaannya turut didukung ASEAN-Korea Cooperation Fund serta ASEAN Connectivity Division.
Sumedang unjuk inovasi Smart City di Forum Internasional WINIT 2026, jajaki kolaborasi dengan Korea Selatan
Pada kesempatan tersebut, Tuti Ruswati memaparkan pengalaman Kabupaten Sumedang dalam mengembangkan pemerintahan digital, dan inovasi pelayanan publik.
Selain itu, kebijakan pembangunan daerah yang semakin mengandalkan integrasi teknologi dan data.
Menurut Tuti, transformasi digital harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Teknologi tidak boleh berhenti pada pembangunan sistem atau penggunaan aplikasi. Melainkan, harus mampu menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan berkualitas.
“Transformasi digital bukan semata-mata tentang penggunaan teknologi. Tetapi bagaimana teknologi mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan.”
“Selain itu, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Sumedang terus mendorong terbentuknya ekosistem Smart City yang terintegrasi, inovatif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Berbagai inovasi digital diarahkan untuk menciptakan birokrasi yang efektif, responsif, transparan, dan mampu mengambil keputusan berdasarkan data.
Lebih dari itu, keikutsertaan dalam WINIT 2026 menjadi momentum untuk memperluas kemitraan internasional. Terutama dengan Seoul National University yang selama ini memiliki hubungan kerja sama dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, riset, inovasi teknologi, dan pembangunan Smart City.
Sumedang menilai sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan mitra internasional menjadi salah satu kunci mempercepat pembangunan daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Ke depan, kerja sama dengan SNU diharapkan tidak hanya sebatas pertukaran gagasan, tetapi berkembang menjadi program konkret.
Sejumlah peluang yang ingin didorong di antaranya pertukaran pengetahuan, peningkatan kompetensi aparatur, riset bersama, hingga pengembangan teknologi digital.
Salah satu konsep yang turut menjadi perhatian adalah Digital Twin, yakni teknologi yang dapat digunakan untuk merepresentasikan kondisi wilayah secara digital.
Sehingga, berpotensi mendukung perencanaan, pemantauan, dan pengelolaan pembangunan secara lebih terukur.
“Kami ingin Sumedang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi daerah yang terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi dalam membangun peradaban digital yang berkelanjutan.”
“Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari forum internasional ini akan menjadi referensi penting bagi pengembangan Smart City Sumedang ke depan,” ungkap Tuti.
Partisipasi dalam forum internasional tersebut sekaligus memperlihatkan keseriusan Pemkab Sumedang dalam memperkuat visi Sumedang Simpati. Melalui tata kelola pemerintahan yang inovatif, kolaboratif, serta adaptif terhadap perubahan zaman.
Melalui keterlibatan di WINIT 2026, Sumedang tidak hanya berkesempatan memperkenalkan capaian dan potensi daerah kepada komunitas internasional. Tetapi juga, membuka ruang kolaborasi global untuk mempercepat pembangunan.
Langkah ini, diharapkan menjadi bagian dari kontribusi Kabupaten Sumedang dalam mendukung transformasi digital nasional sekaligus menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045.***






