oleh

SAKIP Desa, Inovasi dari Sumedang untuk Indonesia

Ayo gunakan hak pilihmu!

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Desa milik Kabupaten Sumedang merupakan inovasi dari Pemkab Sumedang. Pengaplikasian SAKIP Desa ini menjadi inovasi baru di Jawa Barat dan Indonesia.

Kepala Biro Organisasi Provinsi Jawa Barat Asep Sukmana menyatakan, Sumedang merupakan kabupaten pertama di Jawa Barat, bahkan Indonesia yang menggagas SAKIP Desa ini.

“Saya sangat mengapresiasi, karena Sumedang mampu berinovasi dan menjadi yang pertama menerapkan SAKIP Desa di Jawa Barat, bahkan di Indonesia,” kata saat melakukan penilaian lapangan untuk Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB), Rabu (18/11/2020).

Asep menyebutkan, inovasi ini bisa direplikasi oleh semua daerah di Jawa Barat dan di Indonesia, nantinya.

Karena, kata dia, dampak dari penerapan SAKIP Desa ini akan sangat signifikan terhadap pembangunan di desa-desa

“Saya yakin, ke depan SAKIP Desa ini bisa direvitalisasi oleh kabupaten/kota lainnya. Di mana, implementasi SAKIP Desa ini berbanding lurus terhadap kesejahteraan masayarakat.”

“Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memberikan kontribusi yang baik untuk Indonesia dengan adanya SAKIP Desa ini,” jelasnya.

Sementara Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menyebutkan, SAKIP Desa merupakan inovasi dari Pemkab Sumedang.

Tujuannya, kata bupati, untuk mengarahkan pengelolaan keuangan desa secara lebih transparans, akuntabel dan berorientasi pada hasil.

“Dengan SAKIP Desa ini diharapkan Dana Desa dan sumber keuangan desa lainnya dapat dikelola secara akuntabel dan berbasis kinerja.”

“Mulai dari perencanaan pembangunan desa, melaksanakan perjanjian kinerja, pengukuran kinerja, pengelolaan data kinerja, pelaporan kinerja hingga evaluasi dan pembinaan kinerja,” terangnya.

Ditujang Aplikasi e-SAKIP Desa
Bupati mengatakan, dalam implementasi SAKIP Desa, Pemkab Sumedang juga meluncurkan e-SAKIP Desa.

e-SAKIP Desa ini merupakan aplikasi digital yang memiliki keunikan manajemen berbasis kinerja, beriorientasi pada hasil dan ditetapkan secara sistemik.

“Aplikasi ini merupakan sinergitas antara pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa yang ditransformasikan menjadi flatform digital dengan nama e-SAKIP Desa.”

“Dengan super aplikasi desa ini, semua kepala desa dapat bekerja secara efisien dan akuntabel,” sebutnya.

Pemkab Sumedang, kata Bupati, tidak akan segan untuk turun ke desa dalam memberikan pengarahan dan pembinaan secara langsung.

“Mulai dari bupati, wakil bupati hingga Sekda, semuanya turun langsung ke tiap desa dan kecamatan agar desa dapat memahami terkait kinerja yang harus dilakukan sesuai pedoman SAKIP Desa ini,” terangnya.

Sampai saat ini, kata Bupati, sudah ada beberapa kabupaten/kota yang datang ke Kabupaten Sumedang.

Tujuannya, mengimplementasikan SAKIP Desa dan e-SAKIP di daerah masing-masing.

“Yang datang ke Sumedang terkait Sakip Desa dan e-SAKIP ini sudah ada dari Kabupaten Pangandaran, Jombang, dan Karanganyar.”

“Mereka meyakini hal yang sama, bahwa SAKIP Desa dan aplikasi e-Sakip Desa ini merupakan instrumen untuk menyejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan ini, rombongan tim penilai KIJB Jawa Barat disambut dengan seni kuda renggong di halaman Gedung Negara oleh Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, didampingi Wakil Bupati H Erwan Setiawan.

Hadir pula, unsur Forkopimda, Sekda Sumedang Herman Suryatman, para asisten, kepala OPD, dan para camat se-Sumedang.

Setelah kegiatan selesai, tim penilai dari provinsi Jawa Barat ini didampingi Bupati, Wakil Bupati dan Sekda dan seluruh jajaran meninjau langsung penerapan SAKIP Desa ke Desa Sukajaya dan Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan. (R003)

BACA JUGA: Ditarget Bupati Raih 2 Emas di Porda 2022, Ini Respons Pengcab Kodrat Sumedang

loading...

Komentar