22.4 C
Indonesia
Selasa, Oktober 26, 2021
BJB KPRBJB KPRBJB KPR

Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Tawangbanteng Tuntut Penutupan Galian Pasir

TASIKMALAYA, ruber – Ratusan warga dari lima desa di Kecamatan Sukaratu mendatangi kantor Desa Tawangbanteng, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (26/1/2019). Mereka menggeruduk kantor desa karena merasa geram oleh aktivitas galian pasir di kawasan Galunggung.

Selain warga Desa Tawangbanteng, ratusan warga yang mendatangi kantor desa setempat juga berasal dari desa tetangga yakni Rancapaku, Gunungsari, Cikunir dan Cikadongdong.

Mereka datang untuk berdialog dengan pihak perusahaan dan mendesak segera menutup aktivitas tambang pasir karena berdampak tercemarnya air Sungai Cikunir.

Menurut warga, akibat dari penambangan, air untuk lahan pertanian dan perikanan menjadi tercemar, sehingga memengaruhi hasil produksi yang menurun drastis.

Kepala Desa Cikadongdong, Sarip Hidayat mengatakan, penggalian pasir telah mengakibatkan terjadinya sedimentasi. “Akibat dari penambangan yang sudah bertahun-tahun, selain air yang tercemar, juga mengakibatkan sedimentasi di saluran irigasi dan lahan pertanian,” ujar Sarip.

BACA JUGA:  Update COVID-19 Kabupaten Tasikmalaya, Pengawasan di Wilayah Perbatasan Diperketat

“Meskipun di desa Cikadongdong tidak ada aktivitas penambangan, tapi desa kami terdampak juga, karena aliran sungai Cikunir bermuara ke desa kami,” ungkapnya.

Parahnya, karena terjadi sedimentasi, ketika hujan air meluap dan menggenangi lahan pertanian.

Merespons aspirasi ratusan warga, Kepala Desa Tawangbanteng, Dadi Kasimuradi mengatakan, sama sekali tidak ada kontribusi dari perusahaan yang melakukan aktivitas galian pasir.

“Perlu diketahui, pencemaran ini tidak hanya berdampak ke lingkungan di Kabupaten Tasikmalaya, juga ke Desa Cipawitra dan Cibunigeulis di Kota Tasikmalaya. Mereka kena dampaknya juga,” jelas Dadi.

Rencananya, Senin (28/1/2019), pemerintah desa akan mendatangi Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya guna menyampaikan aspirasi warga terkait masalah ini.

BACA JUGA:  Tambah 2, Pasien Positif Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Tembus 50 Kasus

Jika tuntutan diabaikan, ratusan warga ini mengancam akan memboikot untuk tidak membayar pajak ke pemerintah. (ayana)

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles