Program I-Ceta Jadi Gerbang Utama Kebangkitan Masyarakat Indramayu

Program I-Ceta Jadi Gerbang Utama Kebangkitan Masyarakat Indramayu
Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar. ist/ruber.id

BERITA JABAR, ruber.id – Program Indramayu Cepat Tanggap (I-Ceta) yang merupakan satu dari 10 Program Unggulan Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar menjadi gerbang pembuka kebangkitan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kabupaten yang berlokasi di Pantura Jabar ini terus berbenah demi menjamin pelayanan yang semakin baik kepada masyarakatnya.

Dengan tujuan, semua persoalan dapat secepatnya diselesaikan. Sehingga, menjadi pemantik dalam pembangunan daerah dan pemulihan ekonomi masyarakat Indramayu.

Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar, S.H, M.H CRA mengatakan, program I-Ceta merupakan salah satu ikhtiar atau upaya dari Pemkab Indramayu untuk bangkit dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

“Program I-Ceta merupakan program layanan untuk masyarakat dalam berbagai hal agar masyarakat bisa mendapatkan fasilitas maksimal dari pemerintah Kabupaten Indramayu,” kata dia.

Harkitnas 2022, Bupati Nina: Bangkit Bersama Lewat Pelayanan yang Lebih Baik

Bupati Nina mengatakan, melalui momentum hari kebangkitan nasional (Harkitnas) 20 Mei, ia mengajak seluruh elemen untuk belajar dari sejarah dalam peringatan kebangkitan nasional.

“Perjuangan pahlawan di masa lalu dapat dimanfaatkan dengan baik, belajar dengan sungguh-sungguh dan terus berproses menjadi individu yang lebih berkualitas,” kata Nina.

Baca juga:  Tak Ditemukan Adanya Tanda Jasad Sutarno, Operasi SAR di Waduk Cirata Dihentikan

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu Aan Hendrajana mengatakan, dengan program I-Ceta ini menjadi gerbang pembuka untuk kemajuan Kabupaten Indramayu.

Termasuk di momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 2022 ini, di bawah kepemimpinan Bupati Indramayu Nina Agustina. Ia optimistis, Kabupaten Indramayu bakal mampu bersaing dengan daerah-daerah yang sudah lebih dahulu maju.

“Kita terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan program I-Ceta ini,” ujarnya kepada wartawan, Jumat, 20 Mei 2022.

Masyarakat Indramayu Bisa Melakukan Pengaduan Melalui 3 Cara

Aan menjelaskan, masyarakat bisa mengadukan semua persoalan yang ada di wilayahnya, baik meliputi kebencanaan, orang sakit, rusaknya fasilitas, hingga kinerja pelayanan.

Semua aduan yang masuk akan langsung direspon dan ditindaklanjuti.

Dalam pelaporan tersebut, warga Indramayu bisa melapor melalui tiga cara.

Pertama, melapor secara langsung melalui Call Center Perangkat Daerah (PD), Kecamatan, BUMD, RSUD, dan Puskesmas. Nomor Call Center ini sudah tersebarluas kepada masyarakat.

Call Center tersebut aktif 24 jam dan masyarakat bisa dengan mudah melapor kepada pemerintah daerah kapanpun dan di mana pun.

Baca juga:  Hilang Tenggelam di Irigasi Dawuan Karawang, Amin Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

“Call Center di 27 Perangkat Daerah, 31 kecamatan, 2 BUMD, 3 Rumah Sakit Umum Daerah, 49 puskesmas, sudah kita sebar. Berikutnya akan menyusul Call Center di 317 desa/kelurahan,” ujarnya.

Aan menyebutkan, Call Center ke semua PD ini dan tidak terpusat menjadi satu bertujuan agar pelaporan dari masyarakat bisa lebih efektif dan tindaklanjutnya bisa lebih cepat.

PD yang memiliki tupoksi untuk menindaklanjuti pelaporan akan langsung bertindak melakukan upaya penanganan.

Misalnya, soal pelaporan kebencanaan, kata Aan, masyarakat bisa langsung melapor kepada BPBD Indramayu.

Di sisi lain, pemerintah daerah pun terus meningkatkan pelayanan dengan memberikan pelatihan kepada admin atau customer service yang mengelola masing-masing call center.

Sehingga, masyarakat yang tengah melapor dapat merasa lebih nyaman dan mendapat pelayanan yang maksimal.

Selain melalui Call Center, kedua, masyarakat juga bisa melapor melalui laman SP4N Lapor dan Aplikasi Indramayu 1.

“Alhamdulillah berdasarkan monitoring dan evaluasi dari Kemenpan RB, Indramayu masuk 3 besar di Jabar dalam menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat sejak adanya program I-Ceta,” ujarnya.

Baca juga:  Melalui Setangkai, Jabar Cegah Anak Kecanduan Gawai

Pengaduan via Facebook dan Instagram

Aan menambahkan, untuk lebih mempermudah pelaporan, masyarakat juga bisa mengadu melalui media sosial Diskominfo Indramayu, baik di Facebook maupun Instagram.

Walau baru berjalan 1 tahun, program I-Ceta ini rupanya sudah mendapat respon baik dari masyarakat.

Pada tahun 2021, total ada sebanyak 2.245 pelaporan masyarakat yang pihaknya terima. Semua laporan tersebut sudah ditindaklanjuti.

SSedangkan pada tahun 2022 ini, sejak Januari sampai saat ini tercatat sudah masuk sebanyak 183 pengaduan.

“Memang lebih sedikit pada tahun ini, tapi ini artinya Indramayu semakin bagus, karena semua kebutuhan masyarakat sudah terlayani dengan baik,” ucap dia.

I-Ceta Jadi Percontohan bagi Daerah Lain

Ke depan, pihaknya berharap, program I-Ceta di Kabupaten Indramayu bisa menjadi percontohan bagi daerah lain.

Hal ini sekaligus sebagai momen kebangkitan daerah, begitu pula secara nasional pasca meredanya pandemi Covid-19.

Ia juga optimis, semakin baiknya pelayanan bakal berpengaruh pada capaian kemajuan daerah.

“Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2022 ini, Ayo Bangkit Bersama menuju Indramayu Bermartabat,” ucapnya.