28.4 C
Indonesia
Jumat, September 17, 2021
spot_img

Ojol Lokal, Bisnis Transportasi yang Kian Kinclong di Sumedang

Ilustrasi

 

SUMEDANG, ruber.id – Puluhan ojol atau ojek online lokal yang beroperasi di Kabupaten Sumedang telah meraup keuntungan yang menggembirakan.

Konsep bisnis yang digunakan ojol lokal tak jauh berbeda dengan pendahulunya, gojek dan grab, yakni jasa transportasi, jasa belanja, antar makanan, hingga kurir.

Yaman, salah satu pengembang ojol lokal mengatakan omzet dari bisnis ini lumayan menguntungkan, baik bagi pemilik ataupun karyawan.

“Dari setiap transaksi yang masuk kami mendapatkan Rp5.000 sampai Rp10.000 untuk jarak yang relatif dekat. Untuk jarak yang jauh kita membanderol harga mulai dari Rp15.000,” katanya, Ahad (25/8/2019).

Menurut Yaman, karyawan dari bisnis ini tak begitu banyak, yakni 8 orang saja.

BACA JUGA:  Dua Pengedar Tembakau Gorila Ditangkap Polres Sumedang
BACA JUGA:  689 ASN Sumedang Pensiun, Bupati: Jangan Berhenti Mengabdi

“Terdiri dari 6 orang driver, 1 orang admin dan 1 orang marketing. Sedangkan  untuk omzetnya ada di kisaran Rp500 ribu sampai Rp1 juta rupiah/harinya, tidak menentu,” sambung dia.

Menurut Yaman, pihaknya tidak menggunakan aplikasi seperti gojek atau grab yang tersedia di playstore.

“Kami hanya menggunakan media sosial seperti whatsapp, messenger, telfon, atau sms sebagai alat promosi dan pemesanan, ” ujarnya.

Berbeda dengan yang dialami driver gojek dan grab di Kabupaten Sumedang, omzet mereka cenderung menipis.

Ditemui terpisah, driver gojek Sumedang,Tiar, mengatakan, jumlah penumpang dan omzet para driver berkurang lantaran ada kenaikan tarif gojek saat ini.

“Tak hanya kami, pesaing kami grab pun merasakan hal yang sama,” katanya.

BACA JUGA:  Pantau Jatinangor Town Square, TNI Polri Pastikan Manajemen dan Pengunjung Mall Patuhi Protokol Kesehatan
BACA JUGA:  Dua Pengedar Tembakau Gorila Ditangkap Polres Sumedang

“Tarif gojek saat ini sudah naik, untuk jarak tempuh terdekat tarifnya Rp9.000 rupiah, padahal tadinya  hanya Rp4.000.”

“Mungkin dengan naiknya tarif gojek ini, kemudian ditambah sudah banyak ojol lokal yang tarifnya lebih murah, jadi berpengaruh terhadap pendapatan kami saat ini,” katanya.

Asri, pengguna ojol, lebih memilih ojol lokal karena tarifnya lebih murah.

“Lebih murah dan pemesanannya simpel, hanya via whatsapp. Sudah kenal juga dengan pemilik dan drivernya,” katanya.

Senada, pengusaha makanan rumahan Yusi, mengatakan lebih memilih ojol lokal untuk mengirim produknya.

“Lebih mudah. Tinggal telpon, tak perlu waktu lama,” tuturnya. Agoeng

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles