EKBIS  

Ojol Lokal, Bisnis Transportasi yang Kian Kinclong di Sumedang

Ojek Online Lokal di Sumedang
Ojek online (Ojol) lokal di Sumedang. ils/net

BERITA SUMEDANG, ruber.idPuluhan ojol atau ojek online lokal yang beroperasi di Kabupaten Sumedang telah meraup keuntungan yang menggembirakan.

Konsep bisnis ojol lokal tak jauh berbeda dengan pendahulunya, gojek dan grab.

Yakni jasa transportasi, jasa belanja, antar makanan, hingga kurir.

Yaman, salah satu pengembang ojol lokal mengatakan omset dari bisnis ini lumayan menguntungkan. Baik bagi pemilik ataupun karyawan.

“Dari setiap transaksi yang masuk, kami mendapatkan Rp5.000 sampai Rp10.000 untuk jarak yang relatif dekat.”

“Untuk jarak yang jauh kita membanderol harga mulai dari Rp15.000,” katanya, Ahad (25/8/2019).

Menurut Yaman, karyawan dari bisnis ojol lokal ini tak begitu banyak, yakni 8 orang saja.

Baca juga:  E-Tax bank bjb, Bayar PBB Cukup via Handphone

“Terdiri dari 6 orang driver, 1 orang admin dan 1 orang marketing.”

“Sedangkan untuk omsetnya ada di kisaran Rp500.000 sampai Rp1 juta rupiah per harinya. Tidak menentu,” sambung driver ojol lokal ini.

Menurut Yaman, pihaknya tidak menggunakan aplikasi seperti gojek atau grab yang tersedia di PlayStore.

“Kami hanya menggunakan media sosial seperti WhatsApp, messenger, telepon, atau sms sebagai alat promosi dan pemesanan,” ujarnya.

Berbeda halnya dengan driver gojek dan grab di Kabupaten Sumedang. Omset mereka cenderung menipis.

Terpisah, driver gojek Sumedang, Tiar, mengatakan, jumlah penumpang dan omset para driver berkurang lantaran ada kenaikan tarif gojek saat ini.

“Tak hanya kami, pesaing kami grab pun merasakan hal yang sama.”

Baca juga:  Tim Pemburu Pelanggar Prokes COVID-19 Bakal Tindak Warga Sumedang Tak Pakai Masker

“Tarif gojek saat ini sudah naik, untuk jarak tempuh terdekat tarifnya Rp9.000. Padahal tadinya hanya Rp4.000.”

“Mungkin dengan naiknya tarif gojek ini, kemudian juga sudah banyak ojek lokal yang tarifnya lebih murah, jadi berpengaruh terhadap pendapatan kami saat ini,” katanya.

Asri, pengguna ojol, lebih memilih ojol lokal karena tarifnya lebih murah.

“Lebih murah dan pemesanannya simpel, hanya via WhatsApp. Sudah kenal juga dengan pemilik dan drivernya,” katanya.

Senada, pengusaha makanan rumahan Yusi, mengatakan lebih memilih ojol lokal untuk mengirim produknya.

“Lebih mudah. Tinggal telepon, tak perlu waktu lama,” tuturnya. (Arsip ruber.id)