Wednesday, 8 Jul 2020

Gunakan TCM, Proses Pemeriksaan Swab COVID-19 Hanya 2 Jam di Pangandaran

Baca Juga

Kabar Gembira buat Cewek Casual! Exsport Rilis Holly Series Bag dengan Harga Bersahabat

Kabar Gembira buat Cewek Casual! Exsport Rilis Holly Series Bag dengan Harga Bersahabat BANDUNG, ruber.id -- Menjelang akhir tahun 2019, brand tas asli Indonesia Exsport...

Dukung Pemberantasan Korupsi, Forum Reformasi Dinasti Banjar Sambut Kedatangan KPK dengan Cara Ini

KOTA BANJAR, ruber -- Forum Reformasi Dinasti Banjar (FRDB) memasang baliho bertuliskan selamat datang dan selamat bekerja kepada KPK di Kota Banjar. Baliho berukuran sekitar...

Beredar Pesan di WhatsApp Warga Tanjungsari Sumedang Positif Corona, Padahal…

TANJUNGSARI, ruber.id - Beredar pesan WhatsApp warga Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat positif corona, Sabtu (28/3/2020) malam. Dalam broadcast...

Warga Sumedang Tak Bangga Berpelat Z, Bagi Hasil Pajak Minim

SUMEDANG, ruber -- Warga Kabupaten Sumedang belum bangga berpelat Z. Saat ini, puluhan ribu kendaraan milik warga Kota Tahu masih berpelat luar daerah seperti...

PANGANDARAN, ruber.id – Pemkab Pangandaran, Jawa Barat telah membeli alat Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk melakukan tes swab.

Alat tersebut akan digunakan untuk mempercepat hasil pemeriksaan spesimen pasien suspect Corona.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, dengan alat TCM tersebut hasil uji swab hanya membutuhkan waktu 2 jam, akurasinya sama dengan tes polymerase chain reaction (PCR).

“Mulai pekan depan bisa digunakan, tempatnya di Labkesda (belakang Puskesmas Cikembulan),” kata Jeje saat mimpin rapat evaluasi new normal, Senin (29/6/2020) malam.

Pembelian alat TCM itu, kata Jeje, dilakukan setelah hasil swab yang dilakukan di provinsi dianggap sangat lama.

Akibatnya, Pemkab harus menunggu untuk menentukan langkah terhadap para pasien positif Corona.

“Itulah yang selama ini menjadi kendala saat warga Pangandaran mengalami gejala,” tuturnya.

Jeje menyebutkan, ke depan proses pemeriksaan pasien suspect Corona tidak akan menunggu lama lagi dengan tersedianya alat TCM di Labkesda Pangandaran.

Tenaga medis pun, kata Jeje, bisa lebih cepat mengetahui status pasien yang diindikasi terpapar COVID-19, kemudian menentukan langkah pengobatan lebih lanjut.

“Insya Alloh, nanti Labkesda mampu memeriksa 40 hingga 50 sampel, mengingat dengan keterbatasan tenaga medis dalam pemeriksaan swab,” sebutnya. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: 3 Poin Penting Hasil Rapat Evaluasi New Normal di Pangandaran

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Alokasi Anggaran COVID-19 Masih Tak Jelas, Janji Walikota Tasikmalaya Dipertanyakan

TASIKMALAYA, ruber.id - Janji Walikota Tasikmalaya Budi Budiman untuk transparan terkait alokasi anggaran COVID-19 hingga kini tak jelas...

Konvoi 50 Bus ke Pangandaran, Cara IPOBA Bangkitkan Dunia Pariwisata

PANGANDARAN, ruber.id - Selasa (7/7/2020), puluhan bus pariwisata dari berbagai perusahaan otobus (PO) memasuki objek wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Kasus Bayi yang Dikubur di Indekos di Purworejo Terungkap, Ini Penjelasannya

PURWOREJO, ruber.id - Kasus penemuan mayat bayi yang dikubur di halaman belakang indekos di Kelurahan Sindurjan, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Mei...

Kronologi Truk Batu Bara Masuk Jurang di Ciherang Sumedang

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Truk batu bara bernomor polisi D 9057 BA masuk jurang dan nyaris menimpa rumah di Jalan Raya Cirebon-...

BPBD Jawa Barat Kunjungi Kantor SAR Bandung, Ini yang Dibahas

SUMEDANG, ruber.id - Sebagai sesama instansi pemerintahan, Basarnas dan BPBD memiliki irisan dalam menjalankan tugas dan fungsinya di wilayah kebencanaan.