NEWS, ruber.id – Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandung Tahun Anggaran 2025 diminta tidak sekadar menjadi agenda formal tahunan.
DPRD Kota Bandung menegaskan, evaluasi tersebut harus mampu melahirkan arah pembangunan yang lebih konkret dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
DPRD Kota Bandung Dorong RKPD 2027 Lebih Pro Rakyat
Anggota Panitia Khusus (Pansus) 15 DPRD Kota Bandung, Aan Andi Purnama, mengatakan hasil pembahasan LKPJ harus menjadi landasan strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari tingginya serapan anggaran maupun capaian administratif semata.
Pemerintah daerah, harus memastikan setiap program benar-benar memberikan dampak langsung bagi warga.
“Pembangunan jangan hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi harus terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Aan menilai, tantangan fiskal yang berpotensi dihadapi daerah dalam beberapa tahun ke depan perlu diantisipasi sejak dini. Tterutama, kemungkinan berkurangnya transfer anggaran dari pemerintah pusat.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung didorong lebih inovatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menyebutkan, sejumlah sektor masih memiliki peluang besar untuk dioptimalkan.
Seperti retribusi parkir, pariwisata, hingga sektor kuliner dan restoran yang selama ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi Kota Bandung.
Meski demikian, peningkatan PAD harus tetap dibarengi efisiensi anggaran serta tidak menambah beban masyarakat.
“Inovasi pendapatan daerah penting dilakukan, tetapi jangan sampai memberatkan warga,” katanya.
Selain mendorong peningkatan PAD, Aan juga menekankan pentingnya optimalisasi aset daerah serta penguatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Menurutnya, BUMD dituntut lebih adaptif dalam membaca peluang usaha dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.
“BUMD harus mampu melihat potensi sekaligus menentukan langkah strategis agar kontribusinya semakin optimal,” tuturnya.
Dalam pembahasan LKPJ tersebut, DPRD Kota Bandung turut menyoroti sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dan permukiman.
Pendidikan
Di bidang pendidikan, pemerataan akses dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Aan mendorong, percepatan pembangunan ruang kelas maupun sekolah baru di wilayah yang masih kekurangan fasilitas pendidikan.
“Masih ada anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal. Ini harus menjadi prioritas,” ucapnya.
Kesehatan
Sementara di sektor kesehatan, ia menilai layanan promotif dan preventif perlu diperkuat melalui optimalisasi peran puskesmas.
Menurutnya, sistem layanan kesehatan tidak bisa hanya bertumpu pada pengobatan karena akan berdampak pada tingginya biaya kesehatan daerah.
“Pencegahan harus diperkuat. Puskesmas perlu lebih aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” katanya.
Aan juga mendorong percepatan digitalisasi layanan kesehatan. Termasuk, integrasi rekam medis antara puskesmas dan rumah sakit agar pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien.
Selain itu, validasi data penerima bantuan BPJS dinilai penting untuk memastikan subsidi kesehatan tepat sasaran.
Insfrastruktur
Di sektor infrastruktur, persoalan banjir dan tata kota turut menjadi perhatian serius.
Ia menilai, penanganan banjir harus dilakukan secara terukur dan berbasis data.
Konsep pembangunan berkelanjutan, seperti sponge city dinilai bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi genangan di kawasan rawan banjir.
Tak hanya itu, penataan kabel udara dan optimalisasi ruang terbuka hijau juga dinilai penting guna mendukung wajah Kota Bandung yang lebih tertata, nyaman, dan ramah lingkungan.
Aan memastikan seluruh hasil pembahasan pansus akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang lebih tajam, aplikatif, dan terukur agar dapat diakomodasi dalam RKPD 2027.
“Jangan sampai, rekomendasi yang sudah disusun serius hanya menjadi dokumen administratif. Evaluasi ini harus menjadi dasar perbaikan pembangunan Kota Bandung ke depan,” katanya. ***






