Friday, 3 Apr 2020

Divonis 13 Tahun Penjara, Terdakwa Polisi Tembak Polisi di Depok Ajukan Banding

Baca Juga

Pasutri Jompo di Ciamis Ini Lumpuh, Butuh Bantuan Dermawan dan Pemerintah

CIAMIS, ruber -- Pasangan suami isteri lanjut usia, Endi, 70; dan Sursih, 60, di Kabupaten Ciamis menderita lumpuh sejak setahun terakhir. Sampai saat ini, keduanya...

Tolak Referendum Papua, Komunitas Seni Budaya Gelar Aksi di Car Free Day Kota Bandung

KOTA BANDUNG, ruber.id -- Ratusan warga yang tergabung dalam komunitas seni Ruang Budaya Kalamenta menggelar seni budaya menolak referendum Papua. Ratusan warga ini melakukan aksinya...

Jumlah DPT di Kecamatan Tanjungsari Mencapai 60.766 Orang

SUMEDANG, ruber - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tanjungsari menggelar rapat koordinasi sebagai langkah menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 yang akan digelar 17 April mendatang. Dalam kegiatan...

Sebentar Lagi, Warga Ciawitali Sumedang Tak Harus Memutar Jalan ke Indramayu

Gunakan DD, Pemdes Berharap Pemkab Bantu Alokasikan Anggaran SUMEDANG, ruber -- Warga Dusun Palasah, Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Harus memutar jalan ke Kabupaten...

DEPOK, ruber.id – Terdakwa polisi tembak polisi di Depok, Jawa Barat, Brigadir Rangga Tianto, divonis majelis hakim 13 tahun penjara.

Atas vonis ini, terdakwa yang menembak mati sesama polisi Bripka Rahmat Effendy ajukan banding.

Diketahui, peristiwa polisi tembak mati polisi ini terjadi di Polsek Cimanggis, Kota Depok pada Kamis 25 Juli 2019, sekitar jam 20.50 WIB.

Putusan tersebut sesuai dengan, subsidair tuntutan Jaksa Penuntut umum Rozi Juliantono yang menuntut terdakwa dengan pasal 338 KUHP terkait pembunuhan dengan jeratan 13 tahun penjara.

Rangga menyebutkan, setelah berunding dengan beberapa kuasa hukum, ia mengajukan banding.

“Saya menyatakan mengajukan banding,” ucapnya usai mendengar amar putusan di ruang sidang utama, Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Rabu (26/2/2020).

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim mempersilakan terdakwa mengajukan banding sesuai aturan hukum yang berlaku.

Sehingga, putusan ini belum berkekuatan hukum tetap (Belum inkrah).

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Yuanne Marietta menyatakan, terdakwa secara sah melakukan pembunuhan terhadap korban.

Dalam kasus ini, sejumlah barang bukti juga telah diamankan.

“Menyatakan terdakwa secara sah melakukan pembunuhan. Seperti dalam tuntutan subsider Jaksa.”

“Dengan ini, menjatuhkan putusan hukuman kepada terdakwa 13 tahun penjara.”

“Dengan penetapan masa penahanan,” kata Ketua Majelis Hakim Yuanne saat membacakan amar putusan di PN Depok.

Hakim Yuanne menuturkan, sejumlah alat bukti yang telah diamankan sebagai kejahatan yaitu satu pucuk senjata dengan satu magazine berisi tujuh butir selongsong peluru.

Selanjutnya, surat penggunaan senjata api, surat keanggotaan Pol Airud Baharkam Polri, seperangkat seragam milik terdakwa, dua proyektil.

“Membebani tersangka membayar biaya perkara sebesar Rp50.000,” tutur Yuanne. (R007/Moris)

Baca berita lainnya: Nenek Arpah Sakit, Sidang Ditunda

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.