Rabu, 12 Agu 2020

Dawet Ireng Khas Butuh Terkenal Seantero Jawa, Bupati Purworejo: Perlu Dikembangkan

Baca Juga

Marah Nama Baik Institusinya Dicoreng, Dandim 0610 Sumedang Siap Bantu Polisi Cari Penyebar Hoaks

  SUMEDANG, ruber -- Dandim 0610 Sumedang Letkol Arh Novianto Firmansyah mengaku marah nama institusinya dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab yang menyebarkan hoaks di...

Kasus Stunting di Pangandaran Tergolong Rendah, Tahun 2019 Ada 344 Balita

PANGANDARAN, ruber.id -- Angka stunting di Kabupaten Pangandaran selama tahun 2019 tercatat 344 kasus. Kepala Seksi Kesehatan Keluarga pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Nani Yuningsih...

Jatinangor Festival 2019: Ngahijikeun Rasa Ngawangun Tatanan

SUMEDANG, ruber -- Sebagai upaya untuk menyatukan seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dalam waktu dekat akan digelar event seni budaya bertajuk...

Tak Ada TPA, Warga Garut Selatan Terpaksa Buang Sampah ke Sungai

GARUT, ruber.id -- Karena belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah yang lokasinya terjangkau, warga di wilayah selatan Kabupaten Garut terpaksa harus membuang sampah...

PURWOREJO, ruber.id – Dalam rangka sosialisasi aktivitas kebiasaan baru atau new habit, Bupati Purworejo H Agus Bastian disuguhi dawet ireng (dawet hitam).

Minuman khas asal Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini sudah sangat terkenal.

Bupati juga melihat langsung proses pembuatan dawet ireng di warung dawet ireng Jembatan Butuh milik Wagiman.

Wagiman, merupakan generasi ketiga perintis dawet ireng, yang mulai berjualan sejak tahun 1960.

“Teman saya dari Jogja rame-rame datang ke dawet ireng Jembatan Butuh. Ini sudah sangat dikenal,” kata Agus saat berkunjung ke wilayah Kecamatan Butuh.

Bupati berharap, dawet yang sudah sangat terkenal ini menjadi kuliner khas Purworejo dan dapat terus dipertahankan kekhasannya.

Rasa original dari gula dan warna hitam dawet dari arang batang padi telah menjadi ciri khas, yang membedakan dari dawet daerah lain.

Bupati juga sempat menikmati suguhan dawet ireng dan makanan tradisional cucur menthul khas butuh buatan UMKM Tumpeng Sewu Kecamatan Butuh.

Sejumlah makanan dan minuman produk UMKM juga dipamerkan.

Bupati berharap, produk UMKM yang dihasilkan dapat memenuhi standar kualitas dan kemasan yang baik.

Sehingga, kata Agus, dapat lebih mudah dipasarkan dan menarik minat pembeli.

“Saya berharap semua pemangku kepentingan bersama-sama untuk memajukan usaha UMKM, khususnya di,wilayah Kecamatan Butuh,” katanya. (R023/Purworejo)

Baca berita lainnya: Mulai Dibuka, Objek Wisata Air di Purworejo Masih Dibatasi

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Tips Memilih Gadget Terbaik Sesuai Kebutuhan, Simak!

GADGET, ruber.id - Saat ini perangkat elektronik dan teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dengan begitu banyak gadget keren yang bermunculan...

Pasien Positif Corona di Sumedang Sembuh 2, Nambah 1 dari Cibugel

SUMEDANG, ruber.id - Pasien positif virus corona di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang masih dalam perawatan berkurang 1, Selasa (11/8/2020).

Forum Pemuda Pangandaran Segera Membedah Kebijakan Pembangunan Daerah

PANGANDARAN, ruber.id - Forum Pemuda Pangandaran akan menggelar diskusi mengenai kebijakan pembangunan daerah di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Segera Diputuskan, Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Jenjang SD dan SMP

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat belum dapat menentukan waktu dimulainya pembelajaran tatap muka di sekolah. Meski demikian, skema belajar siswa...

Hasil Europa League: Man Utd dan Inter Melaju ke Semi Final

SPORT, ruber.id - Manchester United dan Inter Milan melaju ke babak semi final Uefa Europa League (UEL) 2020. Pada...