21.4 C
Indonesia
Kamis, Juli 29, 2021
spot_img

Cerita 2 Mahasiswi UI Jadi Relawan, Senang Jika Kondisi Pasien COVID-19 Semakin Membaik

DEPOK, ruber.id – Sebanyak 105 mahasiswa FIK Universitas Indonesia (UI) terjun langsung menjadi relawan menangani pasien COVID-19.

Dari ratusan mahasiswa ini, dua di antaranya adalah Sri Agustin Tabara, mahasiswa Magister Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI).

Dan Sofina Izzah, mahasiswa Program Profesi Ners FIK UI. Keduanya menjadi relawan di Rumah Sakit UI (RSUI).

Kepada ruber.id, Sri menyebutkan, keikutsertaannya menjadi relawan setelah ia menerima informasi bahwa RSUI membuka panggilan menjadi volunteer.

“Untuk itu, saya mendaftarkan diri secara kolektif melalui Pusat Krisis FIK UI.”

“Saya menempuh sejumlah tahapan seperti seleksi administrasi, wawancara yang dilakukan secara online hingga skrining kesehatan,” ucapnya, Minggu (19/4/2020).

Bagi Sri, menjadi relawan di situasi pandemi COVID-19 ini merupakan panggilan negara yang wajib dilakukan. Khususnya bagi ia sebagai seorang perawat.

“Saya sangat terbebani saat melihat meningkatnya kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan. Karena pasien (COVID-19) terus bertambah dari hari ke hari,” jelasnya.

Ketika ditanya, cara mengatur jadwal, antara menjadi relawan dan mahasiswa yang tengah menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Sri menuturkan, sejauh ini belum mengalami kendala berarti.

BACA JUGA:  Bansos Dana Desa untuk Warga Terdampak Corona di Sumedang Sudah Disalurkan Rp16 Miliar
BACA JUGA:  Warga Tasikmalaya Tewas dengan Gejala Mirip Corona, di Jakarta Sempat Bantu Pasien Terindikasi COVID-19

“Saat harus berkuliah sambil menjadi relawan semua berjalan lancar. FIK UI membebastugaskan mahasiswa berpartisipasi dalam kuliah online saat menjadi relawan.”

“Namun untuk tugas-tugas tetap dapat saya kerjakan di saat free,” sebutnya.

Sri mengatakan, dalam seminggu, ia bekerja selama 5-6 hari kerja. Di mana, dalam sehari menjalani satu shift.

Shift kerja, kata Sri, terbagi dalam tiga waktu. Yakni shift pagi dan shift siang masing-masing 7 jam. Sedangkan untuk shift malam 12 jam.

Sri menjelaskan telah bergabung menjadi relawan sejak 6 April 2020, dan ditempatkan di Ruang Intensive Care Unit (ICU) COVID-19, yang langsung berhadapan dengan pasien.

“Tugas saya saat ini menjadi rekan kerja para perawat RSUI, dalam memberikan perhatian kepada pasien dan membantu memenuhi segala kebutuhan pasien,” tuturnya.

Pengalaman paling berkesan selama bekerja sebagai relawan, kata Sri, yaitu melihat keadaan umum pasien yang semakin hari semakin baik.

Sri mengaku bangga keluarga pasien maupun masyarakat juga mendukungnya sebagai relawan.

BACA JUGA:  Hari Ketiga PSBB, Pasar Inpres Sumedang Penuh Sesak

“Ini menjadi ‘vitamin C’ bagi kami tenaga kesehatan serta tenaga medis lainnya.”

“Juga merupakan sumber kekuatan dalam memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.

Sri berpesan, warga dapat tetap menjaga kesehatan dan tidak memandang remeh COVID-19 ini.

“Juga selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan benar dan bersih.”

BACA JUGA:  Warga Cisurupan Positif Corona, Kasus COVID-19 di Garut Jadi 33

“Menjalankan social distancing, selalu menggunakan masker ketika di luar rumah, dan usahakan tetap di rumah saja.”

“Saya berharap, stigma negatif terhadap pasien COVID-19, tenaga kesehatan serta tenaga medis juga dapat berhenti pula,” harapnya.

Senada, Sofina mengaku mendaftarkan diri sebagai relawan setelah mengetahui RSUI membuka panggilan sebagai volunteer.

Sofina mengatakan sudah bertugas sebagai relawan perawat di RSUI sejak 1 April 2020.

Sofina menilai, menjadi perawat dalam masa pandemi virus corona ini merupakan tindakan kepahlawanan bagi bangsa.

Saat ini, Sofina juga ditempatkan di ruang ICU RSUI yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19.

“Tidak ada kekhawatiran dalam menangani pasien COVID-19. Ini karena kami, telah diperlengkapi Alat Pelindung Diri (APD).”

BACA JUGA:  Ada yang Meninggal karena Corona, Warga Paseh Sumedang Blokade Jalan Lingkungan

“Tiap hari, selama 6 hari kerja, saya memperoleh shift kerja selama 8 jam. Dengan pembagian, sebanyak 4 jam pertama bertugas di ruangan isolasi merawat pasien dengan APD lengkap.”

“Kemudian setelahnya, saya melepas APD, mandi, makan lalu melanjutkan sisa waktu yang ada untuk membantu tindakan yang bersifat administratif. Seperti laporan pasien bersama para perawat RSUI,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D mengapresiasi aksi nyata yang dilakukan mahasiswa UI yang menjadi relawan di tengah pandemi COVID-19.

Ari menyebutkan, para mahasiswa UI yang menjadi relawan ini telah mengamalkan bidang keilmuan yang selama ini ditempuh semasa perkuliahan.

BACA JUGA:  Ada yang Meninggal karena Corona, Warga Paseh Sumedang Blokade Jalan Lingkungan

“Ini merupakan sebuah tindakan terpuji,” katanya.

Prof. Ari mengimbau mahasiswa tetap menjaga kesehatan, selalu memberi kabar kepada keluarga, dan senantiasa bersemangat.

“Saya berharap gerakan ini mampu memotivasi mahasiswa lainnya, sebangsa dan setanah air.”

“Untuk bersama, bergotong-royong memberikan kontribusi secara sukarela bagi warga demi memerangi pandemi COVID-19 ini,” ujarnya. (R007/Moris)

Baca berita lainnya: Kabar Baik, Peneliti UI dan IPB Temukan Kandidat Antivirus Corona

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles