KEPALA Diskoperindag Sumedang Dadang Sukma. uya/ruang berita

SUMEDANG, ruber — Keberadaan Pasar Inpres Sumedang makin ditingalkan.

Hal ini tak lepas dari makin kumuhnya pasar milik Pemkab Sumedang di jantung Kota Tahu ini.

BACA JUGA: Kumuh, Pasar Inpres Sumedang Makin Ditinggalkan Konsumen

Meski kondisinya sudah kumuh, Pemkab Sumedang baru akan melakukan renovasi pada tahun 2020 mendatang.

Kepala Diskoperindag Sumedang Dadang Sukma mengakui jika kondisi pasar inpres saat ini makin ditinggalkan konsumen.

Kondisinya pun, bahkan tertinggal dari pasar tradisional yang ada di kecamatan-kecamatan. Baik dari segi bangunan maupun dari pemeliharaan.

“Untuk saat ini masih seperti itu dan untuk perbaikan dibutuhkan biaya atau anggaran yang tidak sedikit,” ujarnya kepada ruber.

Apalagi, kata dia, jika anggaran perbaikannya mengandalkan APBD Sumedang, tidak akan mencukupi.

“Tapi kami tetap berupaya mencari solusinya agar sedikit demi sedikit dibenahi. Dan rencananya, Pasar Inpres Sumdang akan direnovasi pada tahun 2020,” sebutnya.

Anggarannya, kata dia, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat sebesar Rp7 miliar,” tuturnya.

Dadang menambahkan, sejauh ini untuk anggaran pemeliharaan Pasar Inpres Sumedang memang tidak ada.

“Untuk tahun ini yang ada untuk anggaran pemeliharaan Pasar Wado sebesar Rp160 juta. Itupun hanya untuk perbaikan jalan lingkungan Pasar Wado saja,” ucapnya. suhaya hidayat

loading…