27.4 C
Indonesia
Selasa, Oktober 19, 2021
BJB KPRBJB KPRBJB KPR

Sejarah Kerajaan Majapahit

KOPI PAGI, ruber.id – Sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit bermula dari permohonan Raden Jayawijaya kepada Jayakatwang untuk membuka hutan di daerah Tarik.

Jayakatwang merupakan Raja Kerajaan Gelanggelang.

Ia adalah sosok yang berpengaruh terhadap keruntuhan Kerajaan Singasari.

Kertanegara, pemimpin Singasari yang juga mertua Raden Jayawijaya, gugur akibat serbuan tentara Gelanggelang yang dikirim Jayakatwang.

Istana Singasari pun telah diduduki.

Hal tersebut membuat Raden Wijaya bersama istrinya dan sejumlah pasukan yang tersisa, meninggalkan Singasari untuk menuju Madura.

Mereka hendak menemui Adipati Wiraraja.

Mengutip buku Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit, karya Prof. Dr. Slamet Muljana (2005), Wirajaya menyarankan Raden Wijaya agar menyerahkan diri kepada Jayakatwang.

Wirajaya juga lah yang mengusulkan kepada Raden Wijaya untuk membuka hutan di daerah Tarik.

Raden Wijaya menuruti perkataan Wirajaya.

Ketika mengabdi kepada Jayakatwang, Raden Wijaya mengusulkan untuk membuka hutan Tarik sebagai tempat berburu Raja Jayakatwang.

Hutan itu pun diubah menjadi hunian sekaligus tempat untuk membanguan kekuatan.

Tempat tersebut kemudian dinamakan Majapahit atau Wilwatikta.

Asal-usul penamaan Majapahit adalah saat para pekerja mulai membuka hutan Tarik, banyak ditemukan buah maja (wilwa) dan saat dimakan terasa pahit (tikta).

BACA JUGA:  Generasi Muda Perlu Ingat Peristiwa Penting G30S/PKI

Raden Wijaya dan Wirajaya akhirnya mampu membangun kekuatan untuk menyerbu Jayakatwang.

Apalagi, kala itu, mereka mendengar kabar kedatangan tentara Tartar dari Mongol.

Pasukan tersebut sebenarnya hendak menyerbu Raja Kertanegara yang telah dibunuh oleh tentara Jayakatwang.

Raden Wijaya dan Wirajaya mengajak pasukan Tartar bekerjasama.

Gabungan pasukan itu akhirnya berhasil menjatuhkan Jayakatwang.

Kerajaan Gelanggelang pun runtuh.

Raden Wijaya lantas mengambil alih kekuasan dan memimpin wilayah Jawa dari Majapahit.

Sebelum diangkat menjadi Raja Majapahit, Wijaya terlebih dulu mengusir pasukan Tartar.

Tanggal Kelahiran Kerajaan Majapahit

Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran Kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja.

Yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 Saka, yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293.

Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana.

Kerajaan ini menghadapi masalah.

Beberapa orang terpercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora dan Nambi memberontak melawannya.

BACA JUGA:  Goong Renteng dari Sumedang, Seni Sunda Buhun Peninggalan Prabu Geusan Ulun

Meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil.

Pemberontakan Ranggalawe ini didukung oleh Panji Mahajaya, Ra Arya Sidi.

Ra Jaran Waha, Ra Lintang, Ra Tosan, Ra Gelatik dan Ra Tati.

Semua ini tersebut disebutkan dalam Pararaton.

Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang tepercaya raja.

Tujuannya, supaya ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan.

Namun, setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti), Halayudha ditangkap dan dipenjara, dan lalu dihukum mati.

Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309.

Putra dan penerus Wijaya adalah Jayanegara.

Pararaton menyebutnya Kala Gemet, yang berarti penjahat lemah.

Kira-kira pada suatu waktu dalam kurun pemerintahan Jayanegara, seorang pendeta Italia, Odorico da Pordenone mengunjungi Keraton Majapahit di Jawa.

Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca.

Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya, akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi bhiksuni.

Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi Ratu Majapahit.

Pada tahun 1336, Tribhuwana menunjuk Gajah Mada sebagai Mahapatih.

BACA JUGA:  Goa Peninggalan Belanda di Klaten, Bikin Penasaran Warga, Ini Detail dan Awal Cerita Ditemukannya

Pada saat pelantikannya, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang menunjukkan rencananya untuk melebarkan kekuasaan Majapahit dan membangun sebuah kemaharajaan.

Karena posisi strategisnya pada rute perdagangan rempah-rempah, Kerajaan Majapahit tumbuh sangat kaya dengan mengenakan bea atau pajak atas barang-barang yang dikirim melalui wilayah kontrolnya.

Masa keemasan kerajaan ini, terjadi pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, penguasa keempat kekaisaran.

Hayam Wuruk, yang memerintah dari tahun 1350 sampai 1389, dibantu oleh seorang perdana menteri yang sama tangguhnya, Gajah Mada.

Kerajaan Majapahit mulai melemah sesaat setelah kematian Hayam Wuruk.

Pada awal abad ke-15 Masehi, pecahnya perang suksesi yang berlangsung selama empat tahun.

Pada saat yang sama, agama Islam menyebar di wilayah ini dan banyak kerajaan masuk ke dalam iman ini.

Di antaranya adalah meningkatnya Kesultanan Malaka, yang didirikan oleh Raja Singapura terakhir.

Kerajaan ini tidak dapat bersaing dengan negara-negara tetangganya yang telah memeluk Islam.

Dan terus terpecah, akhirnya runtuh di tahun 1478 atau awal abad ke-16 Masehi.

Penulis: Eka Kartika Halim/Editor: Bam

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles