GARUT  

RA Kartini Harus Jadi Contoh Bagi Generasi Muda untuk Lebih Kuat dan Lebih Baik

RA Kartini Harus Jadi Contoh Bagi Generasi Muda untuk Lebih Kuat dan Lebih Baik
Pelaksanaan kegiatan Peringatan ke-143 Hari Kartini dan HUT ke-68 GOW Garut, di Gedung R.A. Lasminingrat, Jalan Ahmad Yani, Tarogong Kidul, Garut, Kamis (21/4/2022).

BERITA GARUT, ruber.id – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) menggelar acara Peringatan ke-143 Hari Kartini dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 GOW Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Garut. Dengan tema “Kita Tingkatkan Kualitas Peran Perempuan Dalam Bidang Ekonomi dan Kepedulian Sosial”.

Kegiatan berlangsung di Gedung R.A. Lasminingrat, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (21/4/2022).

Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Garut juga selaku Penasihat GOW Kabupaten Garut, Diah Kurniasari.

Kemudian, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut, Yayan Waryana.

Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Barat, Euis Siti Julaeha, dan para anggota GOW di Kabupaten Garut.

Dalam sambutannya, Wabup Helmi menyampaikan, RA Kartini merupakan seorang perempuan yang kapasitasnya melebih zamannya.

Baca juga:  Lima Tersangka Pungli di Garut Terancam 9 Tahun Penjara

Di mana, dalam usia muda RA Kartini sendiri dapat mendirikan sekolah, menguasai beberapa bahasa, dan memiliki banyak relasi.

RA Kartini, kata Helmi, harus menjadi contoh bagi generasi muda di zaman sekarang untuk dapat lebih kuat dan lebih baik.

“Banyak tuntutan yang tentu saya yakin dan saya mohon juga, ini kita mudah-mudahan dengan adanya sekolah mudah sekarang ada di mana-mana.”

“Kemudian juga akses juga mudah, (Seperti) akses ke internet dan sebagainya, mudah-mudahan ini menjadi pemicu bagi peran perempuan yang lebih kuat dan lebih besar,” katanya.

Helmi berharap, pada acara peringatan yang diisi dengan beberapa pelatihan dapat memiliki pengaruh kuat terhadap ekonomi dan kepedulian sosial.

“(Harapannya) saya mudah-mudahan ini bukan hanya tema ekonomi dan kepedulian sosial, (tapi ada aksi seperti) ada kursus, pelatihan, ada yang lebih real. Ada kegiatan peningkatan peran perempuan itu yang lebih real,” ucapnya.

Baca juga:  Warga Mekargalih Garut Pertanyakan Sertifikat Vaksin yang Molor

Sementara, Ketua TP PKK Kabupaten Garut Diah Kurniasari menyampaikan, kegiatan ini memiliki misi untuk meningkatkan kualitas perempuan. Dalam peningkatan ekonomi dan kepedulian sosial di Kabupaten Garut khususnya di masa pandemi Covid-19.

“Insya Allah, Garut dengan banyaknya perempuan hebat, nah ini Insya Allah kita bisa memakmurkan kembali, meningkatkan ekonomi khususnya dalam keluarga,” ucap Diah.

Diah berpesan kepada para ibu untuk memperkuat perannya sebagai perempuan, dimulai dari tingkat keluarga. Sehingga ke depannya, bisa menjadi seorang ibu yang lebih berkualitas.

“Harapan saya, maju para perempuan Kabupaten Garut semangat kita menjadi ibu-ibu yang juara lahir batin,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua GOW Garut Tini Martini menerangkan, tak hanya acara seremonial. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemberian bantuan kepada anak yatim piatu di 5 panti asuhan.

Baca juga:  Tak Terurus, Pengunjung Situ Rancakukuk Garut Turun Drastis

Selain itu, bantuan kepada anak jalanan, Bazar Ramadan, dan pemberian sembako kepada para kaum duafa.

“Kalau dari bazar perwakilan dari seluruh organisasi-organisasi yang tergabung dalam GOW. Itu ada aksesoris, ada makanan ringan, makan berat untuk buka puasa. Sembako, sembako kebetulan dari PPJI (Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia) yang harganya harusnya Rp100.000, dijual dengan Rp75.000, itu laku keras ya habis 210 paket,” ucap Tini.

Ia berharap, adanya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi anak yatim piatu dan bagi para organisasi yang mengikuti Bazar Ramadan. Sehingga, dapat menjadi media untuk mempromosikan produknya.

“Yang penting kegiatan ini sukses ada kebersamaan dari seluruh potensi perempuan yang ada di Kabupaten Garut.”

“Jadi ada kebersamaan dari organisasi yang tergabung dalam GOW, jadi kalau tidak ada kebersamaan tidak akan bisa terlaksana ya,” jelasnya.