Pilkada 2020, Adang Hadari Tak Mau Hubungan Keluarga Pecah Karena Soal Politik

  • Bagikan
Img
WAKIL Bupati Kabupaten Pangandaran Adang Hadari. ist/ruber.id

PANGANDARAN, ruber.id – Sejumlah kelompok masyarakat dan koalisi partai politik di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terus mendesak Adang Hadari untuk menjadi bakal calon bupati Pangandaran pada Pilkada 2020.

Hingga Jumat (13/03/2020) Adang belum bisa memberikan jawaban kesiapannya menjadi bakal calon bupati Pangandaran lantaran belum ada keputusan partai politik.

Terlebih, dirinya juga belum menyatakan siap 100%. Kemudian daftar untuk jadi bakal calon bupati saja belum.

Namun, kata Adang, jika pada akhirnya partai politik menginstruksikan untuk menjadi bakal calon bupati, maka dirinya akan patuh dan taat terhadap instruksi partai.

Untuk mengetahui dirinya didukung atau tidak oleh masyarakat terkait maju jadi kontestan Pilkada 2020, maka partai sendiri yang bakal survei.

Karena, kata Adang, biaya survei itu mahal, lantas dirinya tidak punya banyak uang untuk membayar lembaga survei, maka akan dilakukan oleh partai politik.

Adang mengaku, dirinya akan memberikan pernyataan soal kesiapan jadi bakal calon bupati jika hasil survei
serta calon pendampingnya sudah ada dan siap.

Ke depan, jika saja dirinya harus menjadi calon bupati dan bertarung melawan Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan (Juara), dirinya berpesan untuk tidak menjadikan perpecahan di keluarga.

Apalagi silsilah keluarga Adang Hadari berasal dari Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang.

Sementara, yang akan menjadi lawan pada pesta demokrasi mendatang adalah pasangan Juara. Sedangkan Ujang Endin Indrawan sendiri berasal dari daerah yang sama.

Adang menyebutkan, dirinya masih saudara dan masih keluarga dengan Ujang Endin Indrawan.

Lalu, kata Adang, dengan orang tua Jeje Wiradinata, yakni Mama Koco (alm) pun masih pamannya.

Adang berpesan, untuk tidak menjauhkan hubungan persaudaraan dan hubungan keluarga jika dirinya harus bertarung pada Pilkada 2020.

“Asalna ogé dulur ka Pa Ujang Endin jeung Pa Jeje, kahadé bé ulah paséa sabab soal politik.”

“Asalnya juga saudara dengan Pak Ujang Endin dan Pak Jeje, jangan sampai bermusuhan lantaran persoalan politik,” ungkapnya. (R001/smf)

BACA JUGA: Sekber Pangandaran Bangkit Bersatu Diresmikan, Pembahasan Balon Wabup Mengerucut

  • Bagikan