29.4 C
Indonesia
Selasa, September 28, 2021
spot_img

Pasutri Jompo di Ciamis Ini Lumpuh, Butuh Bantuan Dermawan dan Pemerintah

PASANGAN suami isteri lanjut usia di Ciamis menderita lumpuh sehingga hanya bisa terbaring di kasur, Jumat (14/6/2019). dang/ruang berita

CIAMIS, ruber — Pasangan suami isteri lanjut usia, Endi, 70; dan Sursih, 60, di Kabupaten Ciamis menderita lumpuh sejak setahun terakhir.

Sampai saat ini, keduanya hanya bisa terbaring dan duduk di atas kasur di tengah rumahnya di Dusun Ciwahangan, Kecamatan Baregbeg.

Dan sejauh ini, keduanya juga belum mendapat program bantuan pemerintah.

Keduanya tengah berbaring di kasur, saat dikunjungi di rumah panggungnya, Jumat (14/6/2019).

Tapi Abah Endi kemudian memaksakan untuk duduk. Terlihat dua orang warga, salah satunya adalah keponakannya yang biasa menjaga dan merawat setiap hari.

BACA JUGA:  Kekeringan, Petani Ciamis: Ongkos Garap Lahan Tinggi, Hasil Panen Turun Drastis
BACA JUGA:  Pemilu Usai, Warga Ciamis Diminta Sabar Tunggu Keputusan KPU

Eni Herni, 45, keponakan, menjelaskan bibi dan pamannya menderita lumpuh sudah beberapa tahun.

Namun, setahun belakangan ini keduanya sudah tak bisa bangun dari tempat tidurnya.

Eni menceritakan, Sursih awalnya oleh dokter didiagnosa mengalami struk ringan setelah mengeluh sakit kaki dan lutut.

Sakitnya malah bertambah parah, dan ternyata dia mengalami pengeroposan tulang. Sedangkan Endi menderita darah tinggi sampai akhirnya lumpuh.

Ditambah saat masih usaha jual beli material bangunan dia mengalami kecelakaan, tubuhnya sempat terjepit badan kendaraan.

“Kalau lumpuhnya sudah lama, tapi sampai tak bisa ke mana-mana, hanya tidur di kasur setiap hari sudah ada satu tahun kondisi ini,” ujar Eni.

Sehari-hari, Eni mengurus paman dan bibinya dengan memberi makan keduanya.

BACA JUGA:  Kisah di Balik Batu Kuda di Kaki Gunung Sawal Ciamis, Berani Naik Harus Rela Kesurupan

Untuk berobat biasa dilakukan seminggu sekali dengan mendatangkan mantri, biayanya dari Eni dan simpanan milik Endi sekitar Rp50.000 sampai Rp100.000 sekali berobat.

BACA JUGA:  [OPINI] Ketimpangan antara Pembangunan dan Penanaman

Eni mengaku tak keberatan mengurus paman dan bibinya, namun keluarganya juga termasuk dari keluarga sederhana.

“Kalau dulu sempat ke beberapa dokter untuk berobat, tapi sekarang ke mantri. Selain keterbatasan biaya juga kalau mantri bisa dipanggil ke rumah,” ungkap Eni.

Menurut Eni, dulu keduanya tinggal di Desa Sukamulya, Baregbeg, namun tak ada yang mengurus akhirnya pindah ke Ciwahangan, supaya Eni mudah merawarnya.

Sampai saat ini, keduanya belum mendapat bantuan dari pemerintah baik desa maupun Pemkab Ciamis.

“BPJS tidak ada, bantuan lainnya memang tidak ada. Mungkin keduanya masih tercatat warga Desa Sukamulya tapi tinggal di Baregbeg, jadi dua desa itu tidak ada yang ke sini menengok atau mengurus bantuan,” ucap Eni.

BACA JUGA:  [OPINI] Ketimpangan antara Pembangunan dan Penanaman

Dia berharap, ada dermawan untuk membantu meringankan penderitaan sepasang suami isteri lansia tersebut.

Eni berharap ada bantuan dari program pemerintah terutama untuk biaya pengobatan, supaya keduanya bisa sembuh.

BACA JUGA:  Kabar Baik, Wartawan Ciamis Positif Corona Sembuh

“Harapannya, keduanya segera sembuh seperti sebelumnya. Juga ingin sekali mendapat bantuan supaya lebih meringankan untuk biaya pengobatan,” ucapnya. dang

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles