One Line Drawing Versi Andi Yudha di Simpoel Kopi

  • Bagikan
One Line Drawing Versi Andi Yudha di Simpoel Kopi
Andi menggoresan kapur tulis menggambarkan, sosok Bapak Kepanduan Dunia dan Kawah Gunung Galunggung, di dinding kosong Simpoel Kopi, Kota Tasikmalaya, Rabu (17/11/2021) malam. andy kusmayadi/ruber.id

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id – Selepas petang di penghujung hari yang diwarnai guyuran hujan, beberapa orang seniman bercengkrama penuh keakraban di sebuah kafe yang terletak di pusat keramaian Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Di sela obrolan mereka, mendorong spontanitas seniman ternama Andi Yudha Asfandiyar untuk menggambar di sebuah sisi dinding yang kosong.

Berawal dari saling bercerita hingga bertukar pikiran dalam sebuah obrolan ringan tujuh orang seniman dan budayawan di Simpoel Kopi di Jalan Yudanegara Nomor 75 A, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Rabu (17/11/2021) malam. Menghasilkan sebuah karya seni berupa gambar sosok Lord Baden Powell (bapak Kepanduan Internasional), dan sketsa Kawah Gunung Galunggung, Tasikmalaya, yang diselesaikan hanya dalam waktu kurang dari 10 menit.

Baca juga:  Jualan Online Produk Ini, Apay Raup Omset Ratusan Juta Tiap Bulan

Penuangan karya seni itu dilakukan secara spontan, saat Andi sedang asyiknya bercerita. Tiba- tiba mata seniman asal Kota Kembang itu, tertuju pada salah satu dinding tembok yang kosong melompong tanpa hiasan dan ornamen apapun. Selintas, dalam benaknya terbersit untuk menghiasi dinding tersebut. Sang pemilik kedai pun spontan menyodorkan sebatang kapur tulis.

Andi kemudian menggoreskan kapur tulis itu menelusuri sisi-sisi dinding tanpa jeda. Tak ada satu garis pun yang terputus, semua tersambung bertautan.

Hasilnya, dua objek yang mengambarkan sosok Lord Baden Powell dan sketsa Kawah Gunung Galunggung Tasikmalaya.

Usai menggoreskan kapur tulis yang menghabiskan waktu hanya 10 menit, Andi menjelaskan, teknik gambar yang baru saja dilakukannya adalah one line drawing.

Baca juga:  Manfaat Diseminasi Data Kependudukan di Kota Tasikmalaya

“Menggambar satu tarikan garis tanpa terputus, tanpa angkat pena, kapur atau apapun sampai titik akhir di tanda tangan saya,” terangnya.

Pemilihan gambar yang dituangkannya, terinspirasi dari ayahanda Andi yang pernah menjadi seorang pembina Pramuka.

Inspirasi itu datang lantaran kedai tempat Andi bercengkrama dengan kawan-kawannya, berada di samping Kwarcab Pramuka Kota Tasikmalaya. Karya one line drawing itu, kemudian diberi judul “Lord Baden Powell di Tasik”.

Seorang Budayawan Kota Tasikmalaya, Bode Riswandi yang menyaksikan langsung aksi Andi mengomentari dinding kosong yang berisi goresan-goresan kapur tulis karya Andi Yudha Asfandiyar.

Pengajar Universitas Negeri Siliwangi ini menyebut hujan yang membasahi Kota Tasikmalaya membawa berkah atas kehadiran Ka Andi seniman berkaliber internasional yang menjadi salah satu penggagas one line drawing.

Baca juga:  Kelompok Pecinta Alam Tasikmalaya Segera Bangkit Setelah Lama Vakum

“Ka Andi merupakan seseorang yang multitalenta dengan beragam keahlian di antaranya, sebagai ilustator, penulis buku, pemain pantomim, pendongeng, perupa, serta pemerhati anak,” papar Bode.

Karya Andi kini menghiasi dinding yang sebelumnya kosong dengan gambar sosok Bapak Kepanduan Dunia dan kawah gunung besar satu-satunya di Tasikmalaya.

Gambar itu menjadi pusat perhatian setiap pengunjung Kedai Simpoel Kopi. Bahkan ada beberapa pengunjung yang sengaja berswafoto di depan dinding itu.

Penulis: Andy Kusmayadi/Editor: R003

  • Bagikan