21.4 C
Indonesia
Kamis, September 23, 2021
spot_img

Multaqo Ulama Ciamis Harapkan People Power Tak Terjadi

MULTAQO Ulama, Pimpinan Pondok Pesantren, Ormas dan Cendikiawan Muslim se Kabupaten Ciamis tolak People Power, Kamis (16/5/2019) sore. dang/ruang berita

CIAMIS, ruber — Multaqo Ulama, Pimpinan Pondok Pesantren, Ormas dan Cendikiawan Muslim se Kabupaten Ciamis oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ciamis membuahkan 10 pernyataan sikap, Kamis (16/5/2019) sore.

Salah satunya, menyikapi gerakan people power yang diharapkan tidak terjadi. Para ulama, pinpinan ponpes, ormas dan cendikiawan pun di Ciamis pun sepakat menjaga Ciamis tetap kondusif.

Sepuluh pernyataan sikap itu dibacakan tokoh ulama KH Saiful Ujun meliputi sepakat akan memanfaatkan momentum bulan Ramadan untuk mencapai ketakwaan yang sempurna.

Mempererat silaturahmi sesama anak bangsa, menjauhi pertengkaran, perpecahan dan tindakan lainnya serta saling memaafkan satu sama lain.

BACA JUGA:  Semarak Hari Santri di Ciamis, Pawai Jalan Kaki Hingga Botram Nasi Liwet

Terus menumbuhkan komitmen kesetiaan kepada Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika. Berkomitmen menjaga keamanan, Perdamaian dan situasi kondusif.

BACA JUGA:  Kejari Kumpulkan Seluruh Kepala Desa di Ciamis dan Pangandaran

Menghindari segala bentuk provokasi, fitnah dan kekerasan. Mentlaati perundangan yang berlaku sebagai wujud hormat kepada pemerintah.

“Tidak terpancing dengan aksi yang inkonstitusional, baik langsung maupun tidak langsung karena bertentangan dengan syiar islam,” ajaknya.

Selain itu, para ulama, pimpinan ponpes dan cendikiawan Muslim di Ciamis melakukan sosialisasi hasil Multaqo tersebut supaya tercipta sinergitas.

Terkait dengan gerakan People Power, Saeful Ujun berpandangan bila aksi tersebut tidak baik menurut agama dan negara.

Maka dari itu, pihaknya tidak setuju. Karena nantinya aksi itu hanya akan sia-sia.

BACA JUGA:  Terlibat Narkoba, 2 Warga Pangandaran Ditangkap Jajaran Polres Ciamis

Ujun mengajak semua pihak untuk menerima keputusan KPU apapun hasil Pilpres pada 22 Mei nanti. Karena KPU merupakan lembaga yang sudah resmi.

“Apapun yang terjadi maka harus berlapang dada, yang kalah terima kekalahan, yang curang terima kecurangan dan termasuk yang menang. Jadi terbuka dan transparansi. Kami tidak ingin negara berantakan gara-gara Pilpres,” ucapnya.

BACA JUGA:  Kawanan Monyet Liar Masuk ke Permukiman Warga di Ciamis

Menurutnya, Pilpres sudah selesai. Karena hakikatnya siapapun yang terpilih merupakan ketetapan dari yang maha kuasa. Ujun mengaku bersyukur situasi di Ciamis saat ini tetap kondusif.

Sementara itu, Ketua MUI Ciamis KH Ahmad Hidayat menuturkan dengan pertemuan ulama Ciamis melalui Multaqo ini, gerakan people power tak terjadi, sehingga situasi akan tetap aman dan kondusif.

“Belum terjadi kan. People power itu kan pengerahan massa, dengan pertemuan ini diharapkan tidak terjadi. Warga Ciamis harus menerima keputusan KPU. Karena kita harus iman terhadap ketentuan Allah, baik atau buruk,” ucapnya.

BACA JUGA:  Selama Ramadan, Polisi Berpeci di Ciamis Layani Pembuatan SIM dan Pajak Kendaraan

Ketua MUI mengimbau kepada warga Ciamis untuk tidak ikut-ikutan berangkat ke Jakarta. Lebih baik membina diri untuk beribadah dan menjaga kesucian bulan Ramadan.

“Pertemuan ini bermanfaat, bentuk silaturahim. Menyadarkan kembali untuk melaksanakan tugas sebagai manusia hidup untuk beribadah, mempererat silaturahmi kebangsaan, kenegaraan dan islamiah,” ucapnya.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso mengapresiasi pertemuan Multaqo Ulama Ciamis, Pimpinan Pondok Pesantren, Ormas dan Cendikiawan Muslim se Kabupaten Ciamis tersebut.

BACA JUGA:  Semarak Hari Santri di Ciamis, Pawai Jalan Kaki Hingga Botram Nasi Liwet

“Mereka sepakat menjaga Ciamis kondusif. Ciamis pun tidak ada riak, tetap kondusif. Ini bulan suci Ramadan, mari isi dengan kegiatan sebaik-baiknya seperti beribadah di masjid, supaya menjaga kedamaian,” katanya. dang

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles